Maria Elisa Hospita
17 Mei 2018•Update: 17 Mei 2018
Hidaya al-Saedi
GAZA, Palestina
Pimpinan Hamas di Jalur Gaza pada Rabu bertekad akan mengerahkan pasukan militer untuk melawan Israel jika blokade di Gaza berlangsung terus-menerus.
Pada Rabu, Yahya al-Senwar mengatakan pada Al-Jazeera TV yang berbasis di Qatar bahwa Great March of Return - unjuk rasa damai sejak 30 Maret yang diikuti warga Palestina untuk menentang pendudukan Israel - telah menempatkan kembali Palestina menjadi sorotan dunia.
"Baru-baru ini kami telah mengirimkan pesan yang cukup jelas ke Israel bahwa kami tidak akan segan menggunakan kekuatan militer jika blokade Gaza [sejak 2007] terus berlangsung," tegas dia.
Hamas dan faksi-faksi perlawanan Palestina di Jalur Gaza berupaya untuk berunjuk rasa dengan damai, dan jika keadaan membutuhkan opsi militer, maka hal itu akan terjadi.
"Situasi strategis seputar masalah Palestina sangatlah rumit, terutama dengan pemerintah Amerika Serikat yang sepenuhnya menyetujui Zionis, dan menganggap perlawanan rakyat sebagai terorisme," tambah al-Senwar.
Dia menekankan bahwa Great March of Return "juga telah mencapai banyak tujuan, salah satunya yaitu menempatkan masalah embargo di meja diskusi badan-badan internasional".