03 Agustus 2017•Update: 04 Agustus 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima. Rukun ini berbeda dengan rukun lainnya yang bisa dilakukan dari mana saja. Khusus haji, pelaksanaannya hanya dilakukan di Saudi Arabia, tepatnya di Makkah dan Madinah.
Sehingga tidak heran umat muslim seluruh dunia sangat antusias dan berlomba-lomba untuk bisa melaksanakannya. Begitu juga dengan di Indonesia. Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, minat berhaji masyarakatnya sangat besar. Tidak heran mereka rela menabung demi bisa mengunjungi Ka’bah dan merasakan syahdunya shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Karena besarnya minat berhaji, per orang perlu menunggu 15-20 tahun sebelum mendapatkan giliran berangkat. Dan, ketika waktu terbang telah di genggaman, tentu rasa bahagia menggelora tak tertahan.
Raut muka kebahagiaan tampak dari wajah para jamaah asal Garut yang sedang menunggu waktu keberangkatan mereka di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Sebuah pesawat Boeing 777 kapasitas 410 tempat duduk milik maskapai Saudia Airlines sudah terparkir di landasan pacu.
Sekitar pukul 14.00 WIB para jemaah sudah berada di sekitar pesawat setelah turun dari bus pengangkut. Sepertinya, para jema’ah belum sempat melaksanakan shalat zuhur sebelumnya.
Oleh karena itu, terlihat di area berumput sekitar landasan pacu, para jemaah melaksanakan shalat zuhur berjemaah sebelum dipersilahkan untuk bisa menaiki pesawat. Meskipun bahagia karena keberangkatan ke Tanah Suci tinggal beberapa saat saja, mereka tidak sama sekali melupakan kewajiban lainnya untuk shalat lima waktu.
Ibadah haji bukan menjadi penghalang bagi mereka untuk menjalankan shalat. Salah seorang jamaah mengatakan bahwa dalam kondisi apapun shalat tidak boleh ditinggalkan. “Meskipun dalam kondisi sebelum berangkat haji dan di dekat pesawat sekalipun,” ucapnya.
Senang naik pesawat
Tidak lama berselang, tampak rombongan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi datang menemui para jemaah sekaligus meninjau persiapan keberangkatan jemaah. Budi tampak berbincang dengan para jemaah. Sayang, perbincangan tersebut tidak terdengar jelas.
Namun tak lama berselang, Budi menyampaikan kepada awak media yang ada di sekitarnya para jemaah sangat senang untuk bisa berhaji. “Mereka senang karena sebagian ada yang baru pertama kali naik pesawat. Pertama kali naik pesawat langsung Saudi Arabia Airlines. Jadi mereka sangat senang dan ini merupakan suatu pelayanan yang baik,” ujarnya.
Tahun ini jemaah haji Indonesia diterbangkan ke Tanah Suci menggunakan dua maskapai, Garuda Indonesia yang mengangkut 107.974 jemaah dari 9 embarkasi dan Saudi Arabia Airlines yang membawa 98.576 jemaah dari 4 embarkasi.
“Saya juga apresiasi Saudia bahwa seluruh pramugarinya dari Indonesia. Saya juga berpesan agar pramugari memberikan pelayanan yang baik. Karena teman-teman dari Garut juga mungkin sebagiannya pertama kali naik dari pesawat.”
Budi menilai aspek keamanan dan pelayanan untuk penerbangan jamaah haji tahun ini sudah berjalan dengan baik. “Tadi waktu saya meninjau ke dalam Saudia, saya lihat pelayanannya sudah baik. Keamanannya pun juga sudah pasti. Insya Allah perjalanannya lancar. Saya sudah minta Dirjen Perhubungan Udara untuk melakukan pengawasan penerbangan dengan benar.”