Astudestra Ajengrastrı
01 Agustus 2018•Update: 02 Agustus 2018
Ovunc Kutlu
NEW YORK
Facebook pada Selasa berkata telah mengidentifikasi dan menghapus konten-konten bermuatan hasutan terkait politik dari jaringannya, dengan tujuan memperkuat keamanan siber menjelang diadakannya pemilihan tengah masa jabatan di AS.
Sebanyak 32 halaman dan akun Facebook dan Instagram telah dihapus karena keterlibatan mereka dalam "pembohongan yang terkoordinasi", menurut perusahaan sosial media tersebut melalui sebuah pernyataan.
"Perilaku semacam ini tak dibolehkan di Facebook karena kami tidak ingin orang-orang atau organisasi-organisasi tertentu membuat jejaring akun yang berbohong kepada publik tentang siapa mereka, atau apa yang mereka lakukan," ujar pernyataan itu.
Facebook telah berusaha mengidentifikasi campur tangan asing saat pemilihan umum presiden 2016 yang dilakukan melalui akun-akun fiktif. CEO Facebook Mark Zuckerberg berkata kepada CNN pada Maret bahwa perusahaannya yang memiliki lebih dari 2 juta pengguna, gagal "mengatasi sejumlah masalah."
Perusahaan ini juga mengaku tengah melakukan tahap awal investigasi dan belum menemukan semua fakta dan pelaku di belakang kampanye hasutan politik yang belakangan terjadi.
"Tapi kami membagikan apa yang kami tahu hari ini tentang hubungan antara para pelaku dan demo yang rencananya akan terjadi di Washington pekan depan," sebut pernyataan tersebut tanpa menyebut siapa di balik kampanye-kampanye tadi.
Nathaniel Gleicher, kepala kebijakan keamanan siber Facebook, berkata melalui pernyataan bahwa mereka mengidentifikasi delapan halaman, 17 profil di Faceook dan tujuh profil Instagram dua pekan lalu, yang dianggap melanggar aturan pembohongan terkoordinasi.
Lebih dari 290.000 akun mengikuti setidaknya salah satu akun tersebut, dan lebih dari 9.500 konten yang dibuat oleh akun-akun tadi di Facebook, lanjut pernyataan tadi.
"Mereka memakai sekitar 150 iklan seharga USD11.000 di Facebook dan Instagram, yang dibayarkan dalam dolar AS dan Kanada," sebut pernyataan itu.
Halaman Facebook ini juga membuat sekitar 30 event sejak Mei 2017, dengan 4.700 akun mengaku tertarik hadir dan 1.400 lainnya berkata akan hadir, imbuh pernyataan tersebut.