Maria Elisa Hospita
01 Agustus 2018•Update: 02 Agustus 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Hakim federal di Seattle, Washington, pada Selasa, memblokir sementara akses unduhan cetak biru senjata api yang dapat dicetak dengan printer tiga dimensi.
Robert Lasnik, Hakim Pengadilan Distrik, telah merilis surat perintah perlindungan yang memaksa Defense Distributed yang berbasis di Austin untuk menutup akses unduhan selagi hakim meninjau kasus tersebut.
Hakim itu juga mempertanyakan sebuah kesepakatan dengan pemerintahan Trump yang memungkinkan cetak biru itu untuk diunggah ulang.
Pada Senin, delapan negara bagian Amerika Serikat dan District of Columbia menggugat pemerintahan Trump karena kesepakatan tersebut.
Jaksa Agung Washington Bob Ferguson mengapresiasi keputusan hakim, dan menyebut kesepakatan pemerintah dengan Defense Distributed sebagai "malapetaka".
"Senjata-senjata ini tidak dapat dilacak, hampir tidak dapat dideteksi, dan tersedia bagi siapa saja, termasuk penjahat atau teroris. Saya berharap Presiden melakukan hal yang benar dan mengarahkan pemerintahannya ke arah yang benar!" tegas Ferguson dalam sebuah pernyataan.
Lewat cuitan, Donald Trump pun mengatakan bahwa dia sudah berdiskusi dengan Asosiasi Senapan Nasional mengenai masalah ini, yang menurutnya "tampak tidak masuk akal!"
Petisi Moveon.org yang dimulai oleh aktris Alyssa Milano mendesak Kongres untuk secara permanen melarang produksi atau penjualan senjata 3D telah berhasil mengumpulkan lebih dari 5.500 tanda tangan pada Selasa malam.