Rhany Chairunissa Rufinaldo
08 Januari 2019•Update: 09 Januari 2019
Handan Kazanci dan Sibel Ugurlu
ANKARA
Penarikan pasukan Amerika Serikat dari Suriah harus direncanakan dengan hati-hati dan dilakukan dalam kerjasama dengan mitra yang tepat untuk melindungi kepentingannya, masyarakat internasional dan rakyat Suriah, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Senin.
"Turki, yang memiliki pasukan tetap terbesar kedua NATO, adalah satu-satunya negara yang punya kekuatan dan komitmen untuk melakukan tugas itu," kata Erdogan dalam sebuah artikel yang ditulis untuk New York Times.
Erdogan menekankan dalam editorial tersebut bahwa Turki berkomitmen untuk mengalahkan Daesh dan kelompok-kelompok teroris lainnya di Suriah.
"Sudah waktunya bagi semua pemangku kepentingan untuk bergabung guna mengakhiri teror yang diluncurkan oleh ISIS, musuh Islam dan Muslim di seluruh dunia, dan untuk melestarikan integritas wilayah Suriah," katanya.
"Turki secara sukarela memikul beban berat ini pada masa kritis dalam sejarah," kata Erdogan dan meminta masyarakat internasional untuk mendukung Turki.
Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump membuat keputusan tak terduga untuk menarik 2.000 tentara AS dari Suriah, memicu kecaman dari banyak sekutu dan penasihat keamanan, termasuk Kabinetnya sendiri.