Sinan Uslu, Durmus Genc
11 Februari 2018•Update: 12 Februari 2018
Sinan Uslu and Durmus Genc
MUGLA, Turki
Dua pilot Angkatan Udara Turki tewas setelah helikopter yang mereka tumpangi jatuh di kawasan barat laut Afrin, Suriah, Sabtu.
Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim mengatakan, helikopter itu jatuh dalam Operasi Ranting Zaitun. “Sangat disayangkan, satu dari dua helikopter ATAK kita yang beroperasi di Afrin jatuh. Dua anggota AU Turki tewas pada kecelakaan itu,” kata Yildirim.
Kata Yildirim, penyebab jatuhnya heli tersebut belum jelas. Dia menambahkan, pihaknya juga belum mendapatkan bukti adanya faktor eksternal yang menyebabkan helikopter itu jatuh. Saat ini investigasi tengah dilakukan.
Menurut pernyataan Panglima Militer Turki, satu helikoter ATAK jatuh pada pukul 1 siang (10:00GMT) pada operasi militer di Afrin.
Sebelumnya, saat memberikan arahan pada pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di Provinsi Istanbul, Recep Tayyip Erdogan juga menyinggung soal helikopter yang jatuh tersebut. Katanya, insiden seperti itu pasti akan terjadi karena kita tengah berperang.
“Kita akan membuat mereka membayar mahal atas hal ini,” kata Erdogan.
Pemimpin partai oposisi utama CHP Kemal Kilicdaroglu juga menyampaikan bela sungkawa kepada Panglima Militer Turki Jenderal Hulusi Akar atas insiden tersebut.
Pada 20 Januari, Turki melancarkan operasi militer ke dalam wilayah Afrin di utara Suriah yang diberi nama Operasi Ranting Zaitun. Menurut Staf Umum Militer Turki, operasi itu ditujukan untuk menyingkirkan kelompok teroris PKK/PYD dan Daesh dari Afrin.
Operasi itu juga bertujuan untuk mengamankan dan menjaga stabilitas di sepanjang perbatasan Turki. Sekaligus untuk melindungi rakyat Suriah dari berbagai serangan teroris.
Operasi Ranting Zaitun dilakukan sesuai dengan kerangka hukum internasional dan keputusan Dewan Keamanan PBB tentang hak Turki untuk membela diri. Operasi tersebut juga dilakukan dengan menjaga integritas teritorial Suriah. Sumber militer Turki menegaskan, hanya kelompok teroris yang ditarget dalam operasi ini, sedangkan warga sipil dilindungi.
Kawasan Afrin telah menjadi basis kelompok PYK/PKK sejak Jul 2012, menyusul hengkangnya pasukan rezim Suriah Basyar Assad dan menyerahkan kota itu kepada kelompok teroris.