Denmark bantah penguatan militer di Greenland ditujukan untuk provokasi Trump
Pemerintah Denmark menegaskan peningkatan kehadiran militer di Greenland semata-mata ditujukan untuk menjawab tantangan keamanan kawasan Arktik
LONDON
Pemerintah Denmark menegaskan bahwa peningkatan kehadiran militernya di Greenland tidak ditujukan untuk memprovokasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, melainkan untuk menjawab kebutuhan dan kekhawatiran keamanan di wilayah Arktik tersebut.
Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen, Senin (20/1), mengatakan terdapat kesalahpahaman di Washington terkait langkah Denmark memperkuat kehadiran militernya di Greenland.
“Apa yang kami lakukan di Greenland dalam beberapa hari terakhir bukan untuk memancing reaksi Presiden Amerika Serikat, tetapi untuk menanggapi kekhawatiran keamanan yang ia sampaikan,” kata Rasmussen kepada media Denmark seusai bertemu Menteri Dalam Negeri Inggris Yvette Cooper di London.
Rasmussen menegaskan Denmark tetap berkomitmen pada kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan dengan pejabat Amerika Serikat di Gedung Putih pekan lalu, termasuk pembentukan kelompok kerja bersama terkait Greenland.
“Kami akan menjalankan apa yang telah disepakati, dan selanjutnya kita akan melihat langkah apa yang diambil pihak Amerika,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan kedatangan pesawat yang membawa tentara Denmark ke wilayah barat Greenland pada Senin, setelah angkatan bersenjata Denmark mengumumkan peningkatan kehadiran militernya di wilayah tersebut.
Rasmussen juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial setiap negara, termasuk Greenland yang merupakan wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark.
Dalam wawancara terpisah dengan Sky News, Rasmussen menyatakan Denmark dan Greenland telah mencegah masuknya investasi China ke pulau Arktik tersebut, serta menegaskan adanya batasan tegas yang tidak dapat dilanggar pihak mana pun.
“Kami memiliki garis merah yang tidak bisa dilampaui,” kata Rasmussen, seraya menambahkan bahwa Eropa secara keseluruhan akan merespons ancaman tarif dari Amerika Serikat, bukan hanya Denmark.
Ia menolak keras wacana pengambilalihan Greenland oleh Amerika Serikat melalui tekanan ekonomi maupun politik. Menurut Rasmussen, keinginan atau visi tidak dapat diwujudkan dengan ancaman maupun tekanan sepihak.
Pernyataan Rasmussen muncul di tengah lawatannya ke sejumlah ibu kota Eropa untuk membahas keamanan Arktik, menyusul ancaman tarif dari Presiden Trump yang dikaitkan dengan isu Greenland.
Pekan lalu, Rasmussen bersama Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, dan Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt menggelar pertemuan di Washington. Usai pertemuan tersebut, Rasmussen menyebut masih terdapat perbedaan mendasar terkait ambisi Washington terhadap Greenland.
Presiden Trump sebelumnya menyatakan Denmark tidak dapat diandalkan untuk melindungi Greenland dari pengaruh Rusia dan China. Pada Sabtu (18/1), Trump mengumumkan rencana penerapan tarif sebesar 10 persen terhadap produk dari delapan negara Eropa, termasuk Denmark, mulai 1 Februari, yang akan meningkat menjadi 25 persen pada Juni, hingga tercapai kesepakatan terkait “pembelian penuh” Greenland.
Para pemimpin Eropa menolak ancaman tarif tersebut dan menegaskan solidaritas mereka terhadap Denmark.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
