Dunia

Bandara Erbil terancam ditutup menyusul larangan penerbangan

Larangan penerbangan internasional itu diterapkan tahun lalu setelah KRG melakukan referendum kemerdekaan

Idris Okuducu  | 28.02.2018 - Update : 28.02.2018
Bandara Erbil terancam ditutup menyusul larangan penerbangan

Ankara

Idris Okuducu

ERBIL, Irak

Bandara internasional di Erbil, Irak terancam ditutup - bahkan untuk penerbangan domestik - karena pemerintah pusat Irak masih bersikeras melarang bandara itu beraktivitas, menurut sumber dari bandara.

Dalam perbincangan dengan Anadolu Agency pada Selasa, Direktur Jenderal Bandara Erbil Talar Faiq Salih mengkritik keputusan yang dijatuhkan otoritas penerbangan sipil itu yang memperpanjang larangan selama tiga bulan lagi.

Sejak September lalu, bandara di Erbil dan Sulaymaniyah - keduanya terletak di kawasan Kurdi Irak - hanya digunakan untuk rute domestik saja.

Ditambah lagi, maskapai nasional Iraqi Airways belum membayar biaya pendaratan di Bandara Erbil untuk semua penerbangan yang berasal dari Baghdad sejak larangan diberlakukan lima bulan lalu.

"Jumlah utang mereka sekarang sekitar USD 37 juta," kata Salih.

Larangan penerbangan internasional itu diterapkan tahun lalu setelah pemerintah regional Kurdi (KRG) melakukan referendum kemerdekaan secara ilegal.

Langsung setelah itu, pasukan pemerintah dikerahkan ke kawasan-kawasan yang diperebutkan oleh Baghdad dan KRG, termasuk provinsi Kirkuk yang kaya akan minyak.

Sebelum pemilu itu, banyak negara-negara sekitar, termasuk Turki, menyampaikan penentangan mereka terhadap referendum itu karena akan menumbuhkan ketidakstabilan di wilayah itu.

Juru bicara pemerintah Irak Saad al-Hadisi mengatakan kepada Anadolu Agency larangan terhadap penerbangan internasional akan dicabut setelah Erbil membolehkan pihak federal mengelola bandara itu.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın