Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Dalam sebuah langkah yang menunjukkan niat baik, Presiden Afghanistan pada Rabu menghimbau kelompok Taliban agar menghentikan aktivitas kekerasan dan menjadi partai politik saja.
Presiden Ashraf Ghani menjelaskan strategi perdamaian yang ditawarkan pemerintahnya kepada Taliban dalam konferensi internasional Kabul Process yang dihadiri representatif dari 20 negara lebih serta berbagai organisasi internasional. Dia mengatakan tawaran perdamaian itu tidak bersyarat.
Ghani mengatakan rencana kesepakatan perdamaian itu mentaati konstitusi, menjaminan perlindungan HAM semua penduduk Afghanistan, dan memastikan tidak ada kelompok bersenjata yang terlibat dengan organisasi teroris internasional bisa masuk ke Afghanistan.
Presiden Ghani juga mengatakan akan menerapkan gencatan senjata, merumuskan kerangka politik, mengambil langkah-langkah untuk membebaskan tahanan Taliban serta mencabut sanksi-sanksi yang dijatuhkan kepada mereka.
Dia menekan pentingnya menerima dan menyambut Taliban dalam ranah politik dan ekonomi sembari meminta dukungan internasional untuk langkah itu.
"Kami bisa memberikan jaminan kepada Pakistan langkah ini akan membantu menciptakan negara Afghanistan yang stabil, karena kami juga akan membuka dialog antar-negara dan mengkoordinasikan upaya berunding bersama Taliban," kata Ghani. Selama ini Pakistan dipercayai memiliki pengaruh besar terhadap Taliban.
"Kami siap berbincang dengan Pakistan agar bisa melupakan masa lalu dan membuka lembaran baru," jelas dia.
Ghani juga mengatakan pemerintah Afghanistan akan memberikan paspor untuk anggota-anggota Taliban dan keluarga mereka serta tidak akan mempermasalahkan masalah visa.
Dalam balasan terhadap tawaran itu, Taliban juga mengatakan bersedia mencapai penyelesaian yang damai melalui perbincangan termasuk dengan AS.
"Untuk melancarkan pencarian solusi ini, Amerika bisa menerima tuntutan-tuntutan penduduk Afghanistan dan menyampaikan kekhawatiran mereka dengan cara yang damai," bunyi pernyataan dari Taliban.
Statemen itu berubah drastis dari sikap Taliban sebelumnya yang hanya ingin berbincang setelah pasukan asing meninggalkan tanah mereka.
news_share_descriptionsubscription_contact
