Muhammed Bilal Kenasari
24 Mei 2018•Update: 24 Mei 2018
Muhammed Bilal Kenasari
WASHINGTON
Amerika Serikat mengusir Kuasa Usaha Kedutaan Venezuela di Washington dan wakil konsul jenderal Konsulat Venezuela di Houston.
"Kementerian Luar Negeri AS telah mengumumkan bahwa Kuasa Usaha Kedutaan Venezuela dan Konsul Venezuela di Houston sebagai orang yang tak diinginkan. Pemerintah memberikan waktu 48 jam kepada orang tersebut untuk meninggalkan AS," tulis Juru bicara Deplu AS, Heather Nauert.
Nauert mengatakan, keputusan AS tersebut diambil bedasarkan ‘Kesepakatan Vienna’.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro memenangkan kembali pemilu untuk masa jabatan kedua pada Minggu, begitu diumumkan oleh pejabat pemilihan umum, meski adanya kecurigaan kecurangan pemilu.
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menuding Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah melakukan kecurangan pada pemilu kemarin.
Wakil Presiden AS Mike Pence juga menolak hasil penghitungan, menyebutnya "kepalsuan" yang "tidak bebas atau adil".
"Hasil tidak sah dari proses palsu ini adalah pukulan lebih lanjut terhadap tradisi demokrasi Venezuela," katanya dalam sebuah pernyataan.
Maduro pertama kali menjabat pada 2013 setelah pendahulunya Hugo Chavez meninggal. Kemenangan kali ini membuat dia kembali memerintah Venezuela untuk masa jabatan enam tahun, dari Januari 2019 hingga 2025.