Rabia İclal Turan, Muhammad Abdullah Azzam
05 Februari 2026•Update: 06 Februari 2026
WASHINGTON
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan lokasi perundingan dengan Iran masih dalam pembahasan, seraya menegaskan bahwa setiap dialog harus mencakup isu rudal balistik, program nuklir, dukungan Teheran terhadap organisasi teroris di kawasan, serta perlakuan pemerintah Iran terhadap rakyatnya.
Rubio menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers di Washington, Rabu (4/2), menjelang pertemuan mengenai mineral kritis. Ia mengatakan Washington semula meyakini telah ada kesepakatan mengenai forum perundingan yang akan digelar di Turkiye.
“Kami mengira sudah ada forum yang disepakati di Turkiye. Forum itu disusun oleh sejumlah mitra yang ingin hadir dan menjadi bagian dari proses tersebut. Namun, saya melihat laporan yang saling bertentangan kemarin dari pihak Iran yang menyatakan mereka belum menyetujuinya, sehingga hal ini masih terus dibahas,” ujar Rubio.
Ia menegaskan bahwa perundingan dengan Iran tidak dimaksudkan sebagai bentuk legitimasi terhadap Teheran.
Menurut Rubio, agar perundingan menghasilkan sesuatu yang bermakna, pembahasan harus mencakup berbagai isu utama, termasuk jangkauan rudal balistik Iran, dukungan terhadap organisasi teroris di kawasan, program nuklir, serta perlakuan pemerintah terhadap warganya sendiri.
Sejumlah laporan media menyebutkan, perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang semula direncanakan berlangsung di Turkiye kini diperkirakan akan digelar di Oman.