Maria Elisa Hospita
22 Maret 2018•Update: 22 Maret 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Tersangka serangkaian pengeboman di Austin, Texas, Amerika Serikat, meledakkan diri di dalam mobilnya pada Rabu pagi, ketika aparat penegak hukum menghampirinya.
Penyelidik meyakini bahwa Mark Anthony Conditt, 24 tahun, bertanggung jawab atas serangkaian insiden bom di bulan ini yang menewaskan 2 orang dan melukai 5 lainnya.
Dia memperingatkan warga untuk terus waspada karena lokasi terakhir pelaku sebelum meledakkan diri belum diketahui, dan alat peledak bisa saja ditinggalkan di suatu tempat.
Meskipun kematian Conditt mengakhiri perburuan selama satu bulan, namun penyelidik masih belum mengetahui motif serangan bom tersebut.
"Kami tidak tahu apa motif pelaku," ujar Kepala Polisi Austin Brian Manley.
Presiden AS Donald Trump pun berkomentar soal insiden tersebut lewat Twitter: "Pelaku pengeboman Austin tewas. Kerja hebat dari aparat penegak hukum dan semua yang peduli!"
Sementara itu, otoritas juga mengkonfirmasi adanya keterlibatan Conditt dalam sebuah insiden di mana sebuah paket meledak dan melukai seorang karyawan FedEx, di Texas, pada Selasa.
Beberapa jam kemudian, bom lainnya ditemukan sebelum meledak di fasilitas FedEx lainnya, dekat Austin.
Tiga ledakan -- satu ledakan pada 2 Maret dan dua lainnya pada 12 Maret -- menewaskan atau melukai empat orang di timur Austin, di mana sebagian besar warganya adalah kaum minoritas, sehingga serangan tersebut dikhawatirkan dipicu motif rasis. Namun, serangan keempat melukai dua pria kulit putih di wilayah yang didominasi warga kulit putih.