06 November 2017•Update: 06 November 2017
Corey Blackman
WASHINGTON
Polisi melaporkan puluhan korban berjatuhan setelah seorang pria menembak membabi buta ke dalam sebuah gereja saat jemaah melakukan ibadah pada hari Minggu di negara bagian Texas, AS.
Polisi tak memberikan detail, namun televisi lokal KSAT 12 melaporkan polisi telah mengonfirmasi adanya “korban-korban”. Beberapa media memberitakan jumlahnya hingga 26 orang. Beberapa korban luka sudah dibawa ke rumah sakit.
Pelaku penembakan dilaporkan tewas, namun masih tidak diketahui apakah dia terbunuh oleh polisi atau oleh orang lain. Texas mengijinkan warganya membawa senjata api tanpa izin.
Lokasi penembakan di First Baptist Church, Sutherland Spring, sebuah kota kecil di sebelah timur San Antonio, kini dipenuhi FBI dan penegak hukum lain.
Presiden Donald Trump, yang sedang berada di Asia, menyampaikan duka cita melalui Twitter. “Senoga Tuhan bersama warga Sutherland Spring, Texas. FBI & penegak hukum ada di sana. Saya memantau situasinya dari Jepang,” cuit dia.
Berita ini masih menunggu perkembangan lebih lanjut.