Maria Elisa Hospita
23 April 2020•Update: 24 April 2020
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengutuk serangan ke kendaraan PBB di negara bagian Rakhine, barat Myanmar, baru-baru ini.
"Kami mengutuk serangan terhadap kendaraan PBB di Rakhine pada 20 April, yang mengakibatkan tewasnya seorang staf Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan melukai seorang tenaga medis," kata juru bicara Deplu Morgan Ortagus dalam sebuah pernyataan.
Pada Selasa, PBB mengonfirmasi bahwa mobil yang membawa hasil swab dari pasien yang akan menjalani tes Covid-19 ditembaki, hingga menewaskan pengemudinya.
"Aksi mengerikan ini mengganggu upaya otoritas untuk melindungi populasi yang rentan dan sekali lagi menyoroti perlunya untuk menghentikan konflik di Rakhine," imbuh dia.
Ortagus juga menekankan bahwa serangan semacam itu menghambat upaya global untuk menghentikan penyebaran virus korona dan membahayakan keselamatan jiwa pekerja kesehatan dan kemanusiaan di seluruh dunia.
AS mendesak pihak berwenang di Myanmar untuk membawa para pelaku ke pengadilan.
Berdasarkan data yang dihimpun Johns Hopkins University, ada 121 kasus yang dikonfirmasi di Myanmar, termasuk lima orang meninggal dunia dan tujuh lainnya yang sudah dinyatakan pulih.
Virus korona, atau yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19, pertama kali diidentifikasi di China akhir tahun lalu dan telah menyebar ke setidaknya 185 negara dan wilayah.
Ada lebih dari 2,6 juta orang yang terinfeksi virus ini di seluruh dunia.