Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
03 Januari 2020•Update: 04 Januari 2020
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Amerika Serikat pada Jumat mendesak warga negaranya untuk meninggalkan Irak segera setelah serangan udara yang menewaskan seorang komandan militer Iran di Baghdad.
"Karena meningkatnya ketegangan di Irak dan kawasan itu, Kedutaan Besar AS mendesak warga Amerika untuk memperhatikan Penasihat Perjalanan Januari 2020 dan segera meninggalkan Irak," kata kedutaan dalam sebuah pernyataan.
Kedutaan meminta warganya untuk meninggalkan Irak melalui jalur udara atau pindah ke negara kedua melalui rute darat.
"Karena serangan milisi yang didukung Iran di kompleks Kedutaan Besar AS [di Baghdad], semua operasi konsuler publik ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut," ujar kedutaan.
Sementara itu, bagi mereka yang membutuhkan bantuan, Konsulat Jenderal AS di Erbil, ibu kota Kurdistan Irak, akan tetap beroperasi.
AS mengkonfirmasi pada Kamis bahwa pihaknya melakukan serangan yang menewaskan Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Garda Revolusi Iran.
Pentagon menuduh Soleimani berencana melakukan serangan terhadap diplomat dan tentara AS di Irak dan Timur Tengah serta bertanggung jawab atas kematian ratusan tentara Amerika dan koalisi.
Serangan itu terjadi di tengah ketegangan Teheran dengan Washington, setelah ribuan warga Irak menyerbu kompleks Kedutaan Besar AS pada Selasa untuk memprotes serangan udara terhadap Kataib Hezbollah di Irak dan Suriah pada Minggu yang menewaskan sedikitnya 25 milisi.