Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
03 Januari 2020•Update: 06 Januari 2020
Vakkas Dogantekin
ANKARA
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengklaim bahwa rakyat Irak bersyukur atas serangan udara yang menewaskan salah seorang jenderal terkemuka Iran Qasem Soleimani di Baghdad.
"Rakyat Irak menari di jalan untuk kebebasan; bersyukur bahwa Jenderal [Qasem] Soleimani tidak ada lagi," cuit Pompeo pada Jumat pagi, sambil mengunggah sebuah video tidak terverifikasi yang menampilkan orang-orang membawa bendera Irak.
Pentagon mengkonfirmasi pada Kamis malam bahwa pihaknya melakukan serangan yang menewaskan Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Garda Revolusi Iran.
Serangan itu juga menewaskan Abu Mahdi al-Muhandis, wakil presiden kelompok Hashd al-Shaabi, atau Unit Mobilisasi Populer (PMU.
"Atas arahan Presiden [Donald Trump], militer AS telah mengambil tindakan tegas untuk melindungi personil AS di luar negeri dengan membunuh Soleimani," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan.
Soleimani adalah komandan Pasukan Quds, yang telah ditetapkan Amerika Serikat sebagai kelompok teroris sejak 2007. Kelompok ini diperkirakan memiliki 20.000 anggota.
Tak lama setelah laporan tentang terbunuhnya kedua pemimpin militer Iran tersebut, Trump mengunggah gambar bendera AS di akun Twitter-nya tanpa memberi komentar.
Pentagon menuduh Soleimani berencana melakukan serangan terhadap diplomat dan tentara AS di Irak dan Timur Tengah serta bertanggung jawab atas kematian ratusan tentara Amerika dan koalisi.
"Dia telah mengatur serangan terhadap pangkalan koalisi di Irak selama beberapa bulan terakhir - termasuk serangan pada 27 Desember - yang berpuncak pada kematian dan melukai personil tambahan Amerika dan Irak," kata pernyataan itu.
Pentagon menambahkan bahwa Soleimani juga menyetujui serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Baghdad yang terjadi pekan ini.
"Serangan ini bertujuan untuk menghalangi rencana serangan Iran di masa depan. Amerika Serikat akan terus mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi rakyat kita dan kepentingan kita di mana pun mereka berada di seluruh dunia," ungkap pernyataan itu.
- Reaksi Iran
Pemimpin tertinggi Iran berjanji untuk membalas pembunuhan Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak AS di Irak.
"Pembalasan pahit sedang menunggu para penjahat. Kematiannya tidak akan menghentikan tugasnya, jalannya tidak akan diblokir," kata Ayatollah Ali Khamenei dalam sebuah pernyataan.
Khamenei juga menyatakan hari berkabung nasional selama tiga hari di Iran.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif juga mengecam keras tindakan AS.
"Aksi terorisme internasional AS, penargetan dan pembunuhan Jenderal Soleimani - pasukan paling efektif melawan Daesh (ISIS), Al Nusrah, Al Qaeda dan kawan-kawan - sangat berbahaya dan merupakan eskalasi bodoh. AS memikul tanggung jawab atas semua konsekuensi dari petualangan jahatnya," tulis Zarif di Twitter.