Muhammad Abdullah Azzam
05 September 2019•Update: 06 September 2019
NEW YORK
Korban tewas akibat Topan Dorian yang menghantam kepulauan Bahama di Samudera Atlantik bertambah menjadi 20 orang.
Dalam sebuah pernyataan, Menteri Kesehatan Bahama Duane Sands mengatakan korban jiwa akibat Topan Dorian bertambah dari informasi sebelumnya tujuh menjadi 20 orang.
Pemerintah mengkhawatirkan bertambahnya korban jiwa.
Operasi penyelamatan dan pencarian masih berlanjut.
Badai yang mencapai kategori ke-5 itu menyebabkan kematian dan kerusakan besar pada properti dan infrastruktur.
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merilis gambar-gambar yang menunjukkan tingkat kehancuran atau dampak akibat badai tersebut di Bahama.
Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Kemanusiaan Mark Lowcock mengatakan saat berkunjung ke Bahama pasca-bencana bahwa 70 ribu orang memerlukan bantuan kemanusiaan darurat, seperti makanan dan air minum bersih.
Perdana Menteri Bahama Hubert Minnis mengatakan bahwa sekitar 60 persen bangunan di sekitar Pelabuhan Marsh mengalami kerusakan.
Kekuatan topan itu kini turun ke kategori kedua di Bahama dan bergerak menuju negara bagian Florida, Carolina Selatan dan Utara di pesisir Amerika Serikat (AS).
Otoritas memperingatkan bahwa topan Dorian masih menjadi ancaman, meski kecepatan angin topan sudah turun menjadi 177 kilometer per jam namun badai tersebut dapat menyebabkan banjir.
Anadolu Agency (AA) memantau langsung persiapan di wilayah-wilayah yang akan diterjang topan yang sedang melaju ke arah pesisir AS itu.
Koresponden AA meliput persiapan di daerah Charleston, negara bagian Carolina Selatan di mana bangunan umum di sana dilapisi kayu pada bagian jendela-jendelanya.
Selama badai tersebut menerjang AS, Anadolu Agency akan melakukan siaran langsung dari berbagai daerah, terutama Florida. AA juga mengirimkan foto dan gambar secara langsung dari tempat kejadian.