Muhammad Abdullah Azzam
04 September 2019•Update: 05 September 2019
Betül Yürük
NEW YORK
Korban tewas akibat Topan Dorian yang menghantam kepulauan Bahama di Samudera Atlantik bertambah menjadi tujuh orang.
Badai yang mencapai kategori ke-5 itu menyebabkan kematian dan kerusakan besar pada properti dan infrastruktur.
Otoritas mengungkapkan kekhawatiran mereka akan bertambahnya korban jiwa. Informasi terakhir setidaknya tujuh orang tewas akibat badai tersebut. Padahal sebelumnya mereka mengungkapkan jumlah korbannya hanya lima orang.
Perdana Menteri Bahama Hubert Minnis mengatakan bahwa sekitar 60 persen bangunan di sekitar Pelabuhan Marsh mengalami kerusakan.
Topan Dorian tercatat sebagai badai paling kuat yang menghantam wilayah tersebut sepanjang sejarah.
Kekuatan topan itu kini turun ke kategori kedua di Bahama dan bergerak menuju negara bagian Florida, Carolina Selatan dan Utara di pesisir Amerika Serikat (AS).
Otoritas memperingatkan bahwa topan Dorian masih menjadi ancaman, meski kecepatan angin topan sudah turun menjadi 177 kilometer per jam namun badai tersebut dapat menyebabkan banjir.
Anadolu Agency (AA) memantau langsung persiapan di wilayah-wilayah yang akan diterjang topan yang sedang melaju ke arah pesisir AS itu.
Koresponden AA meliput persiapan di daerah Charleston, negara bagian Carolina Selatan di mana bangunan umum di sana dilapisi kayu pada bagian jendela-jendelanya.
Selama badai tersebut menerjang AS, Anadolu Agency akan melakukan siaran langsung dari berbagai daerah, terutama Florida. AA juga akan membagikan foto dan gambar secara langsung dari tempat kejadian.