Muhammad Abdullah Azzam
04 September 2019•Update: 04 September 2019
Ali Semerci
TRIPOLI
Pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) mengklaim telah merampungkan semua persiapan untuk menggelar operasi militer besar-besaran terhadap pasukan Jenderal Khalifa Haftar.
Juru bicara Operasi "Burkan al-Ghadab" dari GNA, Mustafa al-Majai mengatakan, kepada Anadolu Agency, bahwa pasukannya sudah siap untuk melancarkan operasi besar terhadap pasukan Haftar.
Al-Majai mengatakan bahwa kini pasukan GNA hanya menunggu instruksi untuk memulai operasi tersebut.
Operasi itu akan berlangsung secara komprehensif dan akan menargetkan pasukan Haftar di daerah-daerah di luar ibu kota Tripoli.
Di sisi lain, seorang sumber militer dari GNA mengatakan pasukan Haftar sedang berkumpul di selatan kota Giryan untuk mengambil alih kendali kota tersebut dari tangan mereka.
Sumber militer itu mengatakan pasukan GNA juga memperkuat kekuatan mereka untuk mengadapi serangan potensial itu.
Pasukan Hafter mulai meningkatkan serangan mereka ke kota Giryan sejak pekan lalu. Namun mereka selalu gagal meraih kemajuan dan terpukul mundur.
Libya masih dilanda krisis kekerasan sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan penggulingan dan terbunuhnya Presiden Muammar Khaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya menghasilkan dua kursi kekuasaan saingan - satu di Al-Bayda dan satu lagi di Tripoli - bersama dengan sejumlah kelompok milisi bersenjata berat.
Pada Senin, Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB mengatakan sedikitnya 76 orang, termasuk 24 warga sipil, tewas sejak bentrokan pecah di Tripoli.
GNA menuduh pasukan pimpinan Haftar yang berbasis di Libya Timur berada dibalik serangan tersebut.
Pemimpin pasukan militer di timur Libya Komandan Khalifa Haftar menginstruksikan penyerangan pada 4 April untuk mengambil alih ibu kota Tripoli, sedang pasukan GNA meluncurkan operasi "Burkan al-Ghadab".