Maria Elisa Hospita
04 September 2019•Update: 05 September 2019
Vakkas Dogantekin
ANKARA
Salah satu pemimpin masyarakat adat di Kanada mengatakan pemerintah harus menekan Brasil untuk mengakhiri kebijakannya yang merugikan orang-orang Amazon.
Perry Bellegarde, kepala Majelis Masyarakat Adat (AFN), menyampaikan keprihatinannya dalam sebuah surat yang ditujukan ke Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland pada 24 Agustus.
Dia menyebut kebijakan Brasil tentang hutan hujan Amazon sebagai "invasi dan serangan" oleh penambang emas, peternak dan penebang ilegal di wilayah adat yang diakui secara konstitusional di wilayah utara Amazon Brasil.
"Kanada sangat prihatin dengan kebakaran di hutan hujan Amazon dan dampaknya terhadap masyarakat adat yang tinggal di sana dari generasi ke generasi," kata Kementerian Luar Negeri Kanada dalam sebuah pernyataan, merujuk pada 77.000 kebakaran di hutan tersebut, yang meningkat 80 persen selama setahun terakhir.
"Hal ini mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat di Amazon," ujar Jody Wilson-Raybould, mantan kepala AFN dan mantan menteri kehakiman selama pemerintahan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, kepada CBC News.
Berdasarkan Konstitusi 1988, Brasil, rumah bagi sekitar 60 persen hutan hujan Amazon, mengalokasikan 14 persen tanah untuk masyarakat adat.
Pekan lalu, Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan pemerintahannya menentang "penggundulan hutan ilegal" di Amazon dan berjanji untuk memerangi semua aktivitas kriminal terhadap Amazon.