Barry Ellsworth
TRENTON
Perusahaan TransCanada membatalkan rencana pembangunan dua pipa migas melintasi negara, umum mereka pada Kamis.
Pipa Energy East itu awalnya direncanakan sepanjang 4.498 kilometer dan bisa menyalurkan 1 juta barel minyak per hari dari Alberta ke Quebec dan New Brunswick. Sedangkan proposal pipa Eastern Mainline berencana menambahkan pipa gas baru sepanjang 281 kilometer di Ontario.
Berita pembatalan ini menerima reaksi baik dan buruk. Mereka yang menentang proyek ini termasuk Walikota Montreal Denis Coderre dan ketua-ketua komunitas penduduk asli Kanada yang disebut First Nations.
Di laman Twitternya, Coderre mengatakan dia "bangga" proyek Energy East itu dibatalkan karena dia yakin pembangunan pipa itu akan menyebabkan kerusakan alam yang signifikan dan manfaat ekonomi yang minim.
Kepala suku Mohawk Serge Otis Simon menanggapi berita itu dengan "kaget, terkejut dan kegembiraan."
Sedangkan Gubernur New Brunswick Brian Gallant berharap proyek itu terus berlanjut di tengah turunnya harga minyak dunia.
"Seperti kebanyakan warga New Brunswick, kami kecewa," kata dia. "Proyek ini bisa menghasilkan lapanan kerja di New Brunswick dan mendongkrak ekonomi Kanada."
CEO TransCanada mengumumkan pembatalan itu melalui pernyataan pada situs resmi perusahaan.
"Setelah meneliti keadaan yang berubah, kami akan menyampaikan kepada badan Dewan Energi Nasional bahwa kami tidak akan melanjutkan proyek Energy East dan Eastern Mainline," kata dia.
Proposal proyek itu pertama diajukan pada 2013, ketika minyak West Texas Intermediate berada di titik USD 100 per barel. Pada Kamis, komoditas itu dihargai USD 51 saja.
Pembangunan pipa migas menghadapi tantangan keras di Quebec, dimana demonstran menyerbu perundingan Dewan Energi Nasional mengenai proposal Energy East.
TransCanada akan mencatat biaya CAD 1 milyar yang dimakan proyek itu selama ini dalam laporan paruh tahun mereka. Secara keseluruhan proyek itu diestimasi bisa menghabiskan sebanyak CAD 16 milyar.