Maria Elisa Hospita
13 Februari 2018•Update: 13 Februari 2018
Viola Fahmy
KAIRO
Tentara Mesir telah membunuh 10 militan dan menangkap 400 orang, termasuk warga negara asing, dalam operasi keamanan besar-besaran di Semenanjung Sinai.
Lewat pernyataan yang dirilis Selasa, juru bicara militer Kolonel Tamer al-Rifai mengatakan, 10 militan tewas dalam baku tembak dengan pasukan keamanan di Arish, Sinai Utara.
"Sebanyak 400 orang, termasuk warga asing, telah ditangkap," ungkap al-Rifai, tanpa menyebutkan kewarganegaraan mereka.
Selama operasi berlangsung, 79 alat peledak telah dijinakkan dan 143 tempat persembunyian dihancurkan.
Menurut al-Rifai, sejak Mesir melancarkan operasi keamanan, pada Jumat, jumlah korban telah mencapai 38 jiwa.
Operasi yang melibatkan tentara dan polisi tersebut bertujuan untuk memberangus militan yang telah melancarkan serangkaian serangan di seluruh penjuru negeri. Serangan meningkat satu bulan sebelum pemilihan presiden.
Pada November, lebih dari 300 orang tewas dalam serangan militan mematikan di sebuah masjid di Semenanjung Sinai. Pasca serangan tersebut, Presiden Abdel-Fattah al-Sisi, mantan panglima militer, memerintahkan tentara untuk memberantas militan dalam waktu tiga bulan.
Sebuah kelompok yang terkait organisasi teroris Daesh kemarin mengeluarkan ancaman akan menyerang pos-pos pemungutan suara pemilihan presiden Mesir pada Maret mendatang.
Semenanjung Sinai masih terkepung pemberontakan militan sejak 2013, ketika tentara menggulingkan Mohamed Morsi - presiden Mesir terpilih pertama dan pemimpin Ikhwanul Muslimin - dalam sebuah kudeta militer.