Pizaro Gozali İdrus
04 Desember 2018•Update: 04 Desember 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Pemerintah Malaysia menegaskan telah menghentikan penempatan tentara Malaysia dalam operasi Yaman sejak 4 September lalu, lansir Bernama pada Senin.
Wakil Menteri Pertahanan Malaysia Liew Chin Tong mengatakan keputusan penghentian ini adalah kesepakatan dari koalisi pemerintah Pakatan Harapan.
Pemerintah Malaysia menilai pengerahan tentaranya ke Yaman tidak sesuai dengan garis kebijakan Malaysia yang netral.
“Awalnya, Angkatan Bersenjata Malaysia (ATM) bertugas untuk mengevakuasi warga Malaysia di Yaman, namun misi itu telah berubah dengan bergabung ke koalisi militer Arab melawan Yaman,” kata Tong.
Tentara Malaysia pertama kali masuk ke Yaman pada 2015 di bawah pemerintahan Najib Razak.
Namun saat Mahathir mengambil alih kepemimpinan, Menteri Pertahanan Malaysia Mohammad Sabu memutuskan untuk menarik angkatan militernya.
Yaman dilanda perang saudara sejak 2014, ketika kelompok pemberontak Houthi menguasai Ibu Kota Sanaa dan sebagian besar wilayah negara, sehingga memaksa pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melarikan diri ke Arab Saudi.
Pada 2015, Arab Saudi dan sekutunya melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk menggulingkan pertahanan Houthi.
Konflik telah menghancurkan infrastruktur Yaman, termasuk sistem air dan sanitasi, membuat PBB menggambarkan situasi Yaman sebagai "salah satu bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern"