Rhany Chairunissa Rufinaldo
04 Desember 2018•Update: 04 Desember 2018
Rafiu Ajakaye
LAGOS, Nigeria
Sejumlah orang tua siswa Muslim menggugat Universitas Ibadan di Nigeria pada Senin, setelah sebuah sekolah yang dimiliki oleh universitas melarang 11 gadis Muslim mengenakan hijab di ruang kelas mereka.
Kasus ini diajukan setelah isu hijab bagi gadis Muslim di Sekolah Internasional Ibadan (ISI) menjadi kontroversi selama berminggu-minggu, yang mengakibatkan penutupan sementara sekolah dan protes balasan.
Diadvokasi oleh Forum Orang Tua Muslim ISI,para orang tua meminta pengadilan untuk menyatakan bahwa tindakan sekolah merupakan pelanggaran terhadap hak siswa untuk bebas berpikir sesuai hati nurani dan agama, bebas dari diskriminasi dan hak untuk mendapatkan pendidikan sebagaimana dijamin oleh konstitusi Nigeria.
Pengadilan akan melakukan sesi dengar atas kasus ini pada 21 Desember.
Kontroversi hijab terbaru terjadi berminggu-minggu setelah pemerintah Lagos secara resmi mendukung penggunaannya di sekolah-sekolah.
Keputusan ini dikeluarkan dua tahun setelah pengadilan banding membatalkan memo resmi yang membatasi penggunaan penutup kepala, menyatakan bahwa hal itu tidak konstitusional dan melanggar hak atas kebebasan beragama.
Jilbab semakin menjadi simbol penolakan Muslim terhadap warisan kolonial Inggris dalam kehidupan masyarakat Nigeria.
Pada 2017, seorang Muslim bernama Firdaus Amosa dilarang menghadiri sebuah acara di ibu kota Abuja, yang menyebabkan sejumlah kontroversi dan kasus-kasus hukum.
Tahun ini, dia diundang kembali ke acara tersebut setelah dewan negara di bidang pendidikan hukum mundur dari pendirian awal mereka.