07 Agustus 2017•Update: 07 Agustus 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Kalimantan Barat diserbu 150 titik panas pada Minggu. Berdasarkan pantauan satelit Aqua, Terra, SNNP pada catalog modis LAPAN, 109 di antara sebaran titik panas itu berkategori sedang dengan tingkat kepercayaan 30 -79 persen, dan 41 hotspot kategori tinggi dengan tingkat kepercayaan lebih dari 80 persen.
“Jumlah hotspot Kalimantan Barat ini jauh lebih banyak daripada daerah lainnya. Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat terus berlangsung meski upaya pemadaman terus dilakukan,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Minggu malam.
Titik panas itu tersebar di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat. Sejumlah 45 di antaranya di Sanggau, 1 Bengkayang, 23 Kapuas Hulu, 10 Ketapang, 19 Kubu Raya, 13 Landak, 7 Melawi, 8 Pontianak, 2 Sekadau, dan 22 di Sintang.
Sebelumnya Kalimantan Barat telah menetapkan 5 kabupaten siaga darurat kebakaran hutan dan lahan. Yaitu Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, Sekadau, Melawi, dan Bengkayang. Wilayah lain yang memiliki banyak titik panas justru belum ditetapkan status siaga darurat, seperti Kapuas Hulu, Sanggau, Sintang dan Landak.
Sebanyak 282 titik panas menyebar di seluruh Indonesia. Selain 150 titik panas di Kalimantan Barat, titik panas juga tersebar 7 titik di Papua, 12 Nusa Tenggara Timur, 9 Lampung, 5 Jawa Timur, 6 Jawa Tengah, 5 Jawa Barat, 2 Papua Barat, 3 Nusa Tenggara Barat, 11 Bangka Beliputng, 4 Kepulauan Riau, 2 Maluku, 1 Sulawesi Tengah, 1 Gorontalo, 23 Sumatera Selatan, 1 Kalimantan Tengah, 16 Riau, 9 Sumatera Utara, 2 Jambi, 2 Sumatera Barat, 18 Sulawesi Selatan, dan 1 Maluku Utara.
“Di lapangan jumlah hotspot ini kemungkinan lebih banyak karena adanya daerah-daerah yang tidak terlintasi satelit saat ada kebakaran hutan dan lahan,” kata Sutopo.