Hayati Nupus
JAKARTA
Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pengelolaan Sampah di Laut kian dimatangkan oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman. Dari Perpres tersebut, ditargetkan sampah laut akan berkurang hingga 70 persen pada 2025.
“Draft sudah ada, tinggal implementasi,” ujar Deputi Sumber Daya Manusia, Iptek dan Budaya Maritim, Safri Burhanuddin, Rabu, kepada Anadolu Agency.
Perpres itu nantinya berisikan empat rencana aksi pengurangan sampah plastik di laut, yaitu edukasi bahaya sampah, aksi langsung, manajemen penanganan sampah di laut, dan mekanisme pendanaan.
“Semua rencana aksi itu harus sinkron, Menko Maritim yang memonitor,” ujarnya.
Lebih dari itu, Perpres ini akan melengkapi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29/2014 tentang Pencegahan Pencemaran Lingkungan Maritim yang sudah ada.
Saat ini, sebanyak 15 kota di Indonesia tengah melakukan studi penanggulangan sampah plastik di laut, dan juga berupaya mengubahnya menjadi sumber energi seperti proyek konstruksi jalan tar plastik di Bali.
Dalam konferensi East Asia Summit (EAS) yang digelar hari ini hingga besok di Bali, beberapa negara juga telah sepakat untuk lebih gencar dalam menangani sampah plastik di laut.
Seperti yang dikatakan Dirjen Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jose Tavares. Setidaknya 12,7 juta metrik ton sampah plastik dibuang ke laut tiap tahunnya. Sebanyak 80 persen di antaranya berasal dari daratan.
“Ini masalah serius. Sampah ini tak hanya mencemari lautan, tapi membahayakan kelangsungan makhluk hidup, termasuk kita,” ujarnya pada pembukaan Konferensi EAS.
Polusi ini, ujar Jose, berdampak buruk bagi lingkungan, sekaligus menurunkan pendapatan negara dari sektor kelautan.
EAS merupakan wadah dialog dan kerjasama beberapa negara yaitu sepuluh anggota ASEAN, Amerika Serikat, Australia, India, Jepang, Tiongkok, Rusia, Korea Selatan dan Selandia Baru. Konferensi EAS di Bali diselenggarakan oleh Indonesia dan Selandia Baru, dengan peserta lebih dari 85 orang. Sedangkan pada November mendatang, forum ini akan menyelenggarkaan the 12th EAS di Manila, Filipina.