Pizaro Gozali
06 September 2017•Update: 06 September 2017
Pizaro Gozali
JAKARTA
Gelombang aksi kepedulian beberapa kelompok masyarakat di Indonesia terhadap konflik di Rakhine, Myanmar, sejak akhir pekan lalu diakui pengungsi Rohingya sebagai bentuk kepedulian yang sangat besar.
Muhammad Ayyash, pengungsi Rohingya yang kini ditampung di sebuah pesantren, mengapresiasi solidaritas masyarakat Indonesia terhadap penderitaan yang dialami etnis Rohingya. Seperti yang ditunjukkan dalam aksi di depan Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta, hari ini.
"Kami bersyukur tinggal di Indonesia dan melihat kepedulian bangsa Indonesia," ujar Ayyash, saat mengikuti demo di depan Kedubes Myanmar.
Dia bercerita, penderitaan etnis Rohingya sudah berlangsung dari tahun ke tahun. Dari tahun 2012, kata Ayyash, hingga kini artinya sudah lima tahun orang Rohingya di Arakan mengalami penderitaan.
Dia menjelaskan, kondisi warga Rohingya sudah sangat membutuhkan bantuan karena. menjadi sasaran kekerasan pemerintah Myanmar. "Anak-anak dan ibu-ibu dibunuh," katanya.
Karena itu, Ayyash berharap dunia internasional bisa bersuara. "Kita minta tolong untuk membantu orang-orang Rohingya di sana (Arakan).”
Sementara itu perwakilan DPR yang hadir, Mardani Ali Sera menegaskan sikap-sikap partai di DPR solid mendukung etnis Rohingya.
"Kita wajib memastikan para pengungsi Rohingya dapat kembali ke negara mereka karena Arakan adalah tanah air mereka," tegas anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera ini.
Dia juga mengimbau para demonstran tidak hanya memberikan dukungan dalam aksi massa, namun juga turut mengulurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Rohingya.
"Siap bantu sekolah mereka? Siap bantu rumah sakit mereka?" teriaknya di hadapan massa.