ANKARA
Turkiye menempati peringkat kedua di dunia dalam pengelolaan karbon bandara setelah Amerika Serikat dengan total 52 bandara yang memperoleh sertifikasi Airport Carbon Accreditation (ACA), menurut Kementerian Perhubungan dan Infrastruktur Turkiye.
Menteri Perhubungan dan Infrastruktur Turkiye Abdulkadir Uraloğlu mengatakan capaian tersebut menunjukkan kemajuan Turkiye dalam upaya menekan emisi karbon di sektor penerbangan dan meningkatkan keberlanjutan lingkungan dalam operasional bandara.
“Turkiye berada di posisi kedua di dunia setelah Amerika Serikat dengan 52 bandara yang menerima sertifikat ACA dalam program Airport Carbon Accreditation,” kata Uraloglu dalam keterangan kepada Anadolu Agency.
Ia mengingatkan bahwa Turkiye menandatangani Perjanjian Paris dalam kerangka Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim pada 22 April 2016 dan meratifikasinya pada 7 Oktober 2021.
Menurut Uraloğlu, langkah-langkah untuk mengatasi perubahan iklim semakin dipercepat setelah Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mengumumkan target emisi nol bersih pada 2053 pada 27 September 2021.
Dalam upaya mencapai target tersebut, Direktorat Jenderal Otoritas Bandara Negara Turkiye (DHMİ) meluncurkan Proyek Bandara Tanpa Karbon pada 2020 untuk mengendalikan dampak lingkungan di bandara, khususnya terkait pengelolaan emisi karbon.
Melalui proyek tersebut, laporan inventarisasi gas rumah kaca disusun setiap tahun dan diverifikasi, sementara bandara-bandara di Turkiye memperoleh sertifikasi dalam program ACA yang dijalankan oleh Airports Council International (ACI).
Program tersebut merupakan skema sertifikasi global yang memungkinkan bandara mengukur, mengurangi, serta mendokumentasikan kinerja pengelolaan emisi karbon sesuai standar internasional.
Uraloğlu menjelaskan bahwa pada 2021 sebanyak 12 bandara di Turkiye dipilih sebagai proyek percontohan dan memperoleh sertifikasi ACA. Pada 2022, sebanyak 31 bandara lainnya bergabung dalam program tersebut sehingga jumlah bandara bersertifikat meningkat menjadi 43.
Pada 2025, Bandara Rize-Artvin dan Bandara Istanbul Atatürk juga masuk dalam program tersebut sehingga total bandara yang dikelola oleh DHMİ dan memiliki sertifikasi ACA mencapai 45.
Selain itu, tujuh bandara lain yang dioperasikan melalui skema kerja sama pemerintah dan swasta juga memiliki sertifikat ACA.
Secara global, sebanyak 652 bandara di 92 negara telah terdaftar dalam program ACA. Dengan total 52 bandara bersertifikat, Turkiye berada di peringkat kedua dunia setelah Amerika Serikat.
Uraloğlu menilai capaian tersebut menempatkan Turkiye di antara negara yang menonjol dalam bidang keberlanjutan lingkungan dalam pengelolaan bandara.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
