ANKARA
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menegaskan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahwa pelanggaran wilayah udara Turkiye tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun, menyusul insiden rudal yang memasuki wilayah udara negara tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Erdogan dalam percakapan telepon dengan Pezeshkian pada Senin (10/3) untuk membahas perkembangan terbaru di kawasan.
Direktorat Komunikasi Kepresidenan Turkiye dalam pernyataannya menyebut Erdogan menegaskan bahwa Ankara akan terus mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi wilayah udaranya.
“Pelanggaran wilayah udara Turkiye tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun dan Turkiye akan terus mengambil semua langkah yang diperlukan terhadap hal ini,” kata Erdogan.
Percakapan telepon tersebut dilakukan atas permintaan Presiden Iran setelah Kementerian Pertahanan Nasional Turkiye mengumumkan bahwa sebuah rudal balistik yang ditembakkan dari Iran dan memasuki wilayah udara Turkiye berhasil dinetralkan oleh sistem pertahanan udara dan rudal NATO yang ditempatkan di Mediterania Timur.
Pekan lalu, kementerian yang sama juga menyatakan sebuah amunisi balistik yang ditembakkan dari Iran menuju wilayah udara Turkiye setelah melintasi Suriah dan Irak berhasil dicegat dan dinetralkan oleh unit pertahanan udara NATO di kawasan tersebut.
Dalam pembicaraan itu, Erdogan juga mengatakan Turkiye terdampak negatif oleh konflik yang tidak melibatkan negara tersebut secara langsung.
Ia menegaskan Ankara tidak menyetujui intervensi yang melanggar hukum terhadap Iran maupun tindakan Iran yang menargetkan negara-negara di kawasan.
Erdogan menambahkan bahwa menyerang negara-negara di kawasan, yang ia sebut sebagai “negara saudara”, tidak menguntungkan siapa pun dan harus dihentikan.
Presiden Turkiye juga menekankan pentingnya membuka kembali jalur diplomasi dan menyatakan bahwa Ankara aktif berupaya mendorong keterlibatan diplomatik di kawasan.
Dalam percakapan itu, Erdogan turut menyampaikan duka mendalam atas serangan mematikan pada 28 Februari terhadap sebuah sekolah perempuan di kota Minab, Iran selatan.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan Washington sedang menyelidiki serangan tersebut, sementara Israel membantah keterlibatan dalam insiden itu.
Serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat keamanan senior.
Erdogan juga kembali menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Khamenei dan menyatakan harapannya bahwa penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran dapat berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas kawasan.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan rudal yang memasuki wilayah udara Turkiye bukan berasal dari Iran dan menyataka
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
