Ulama Syiah Irak minta sayap bersenjata fokus pada tugas kemanusiaan
Muqtada al-Sadr meminta Saraya al-Salam membatasi aktivitas pada tugas kemanusiaan
ISTANBUL
Ulama Syiah Irak Muqtada al-Sadr menyerukan agar sayap bersenjata gerakannya membatasi aktivitas hanya pada tugas-tugas kemanusiaan untuk sementara waktu di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Seruan tersebut disampaikan al-Sadr pada Minggu (9/3) kepada anggota Saraya al-Salam, sayap bersenjata dari Gerakan Sadrist, dalam situasi yang ia sebut sebagai kondisi sulit bagi Irak.
Arahan itu disampaikan melalui pernyataan yang dibacakan oleh Saleh Mohammed al-Iraqi, tokoh senior yang dekat dengan al-Sadr.
Dalam pernyataannya, al-Sadr juga berdoa agar Irak, tempat-tempat suci, serta rakyatnya terhindar dari bahaya. Ia memperingatkan adanya pihak-pihak yang berupaya merusak stabilitas negara tersebut dari dalam maupun luar negeri.
Seruan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan akibat perang yang melibatkan Iran di satu pihak serta Israel dan Amerika Serikat di pihak lain.
Serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat militer senior.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
