Türkİye

Drone TB3 buatan Turkiye berhasil lakukan uji pendaratan dan lepas landas kedua kalinya di kapal amfibi TCG Anadolu

Perusahaan kedirgantaraan Turkiye, Baykar, mengatakan bahwa drone tempur TB3 berhasil menyelesaikan uji penerbangan keduanya dari TCG Anadolu

Hülya Ömür Uylaş  | 26.11.2024 - Update : 04.12.2024
Drone TB3 buatan Turkiye berhasil lakukan uji pendaratan dan lepas landas kedua kalinya di kapal amfibi TCG Anadolu Bayraktar TB3 berhasil melanjutkan operasi uji lepas landas dan mendarat di kapal landasan pacu pendek di kapal amfibi Angkatan Laut Turkiye TCG Anadolu.

ANKARA

Pesawat tempur tanpa awak (UCAV) Bayraktar 3 (TB3) berhasil menyelesaikan dua operasi pendaratan dan lepas landas otonom lagi pada Senin dari landasan kapal amfibi Angkatan Laut Turkiye TCG Anadolu (L-400) di lepas pantai Canakkale.

Dalam sebuah pernyataan, perusahaan kedirgantaraan Turkiye Baykar melaporkan bahwa TB3 berhasil menyelesaikan uji penerbangan keduanya dari TCG Anadolu, perangkat perang itu terbang pada ketinggian rata-rata 20,000 kaki.

Pada 19 November, TB3 lepas landas untuk pertama kalinya dari landasan pendek TCG Anadolu, yang mencakup tanjakan miring 12 derajat, dan melakukan uji terbang bersejarah yang berlangsung selama 46 menit di titik pertemuan antara Laut Aegea dan Mediterania, dan berhasil mendarat di landasan pacu pendek yang sama tanpa menggunakan peralatan pendukung pendaratan apa pun.

Kemudian pada 25 Juni, TB3 berhasil menyelesaikan uji kinerja sistem ketinggian, yang mencapai ketinggian 36,310 kaki dalam penerbangan yang dilakukan dari Pusat Uji dan Pelatihan Penerbangan Baykar di Kota Keşan, di provinsi Edirne.

TB3 menggunakan mesin PD-170, yang dikembangkan oleh perusahaan kedirgantaraan Turkiye TEI, yang telah mencapai total 828 jam dan 57 menit dalam uji penerbangan yang dilakukan sejauh ini.

Dalam uji terbang jarak jauh yang dilakukan pada 20 Desember 2023, TB3 berhasil mengudara selama 32 jam sebelum mendarat dan menempuh jarak 5.700 kilometer di angkasa.

Pada 26 Maret lalu, TB3 berhasil terbang untuk pertama kalinya dengan sistem pengintaian, pengawasan, akuisisi dan penargetan elektro-optik AselFLIR-500, yang dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Turkiye, Aselsan.

Sistem ini memiliki kinerja tertinggi di antara sistem yang setara secara global.

Berkat sayap lipatnya, TB3 dapat dioperasikan di kapal induk dengan landasan pendek. Drone itu memiliki kemampuan untuk berkomunikasi melalui satelit.

Selain misi pengintaian, pengawasan dan intelijen, TB3 juga akan mampu melakukan misi serangan terhadap target statis dan dinamis dengan menggunakan berbagai amunisi pintar.

Baykar telah menandatangani perjanjian ekspor dengan total 35 negara, dan 34 di antaranya telah membeli TB2 dan 10 negara telah membeli Akinci.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın