Hayati Nupus
25 Februari 2019•Update: 25 Februari 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) menerima instruksi penahanan sementara dari pengadilan AS terhadap warga negara Paman Sam pencuri dan pembocor informasi dari basis data HIV Singapura, lansir The Straits Times.
Instruksi itu datang Selasa lalu, berisikan pelarangan sementara bagi Mikhy Farrera Brochez untuk mengungkapkan informasi apapun dari kementerian.
Instruksi itu datang menjelang penangkapan perempuan berusia 34 tahun itu pada Jumat lalu.
Saat mengajukan kasus itu ke pengadilan Kentucky di Amerika Serikat, kementerian mengatakan Brochez masih memiliki basis data berisikan informasi 14.200 pasien yang positif terkena HIV dan berpotensi untuk menyebarkannya secara terbuka.
Informasi itu berupa nama, kontak dan alamat pasien secara rinci.
Sebelumnya MOH juga mengatakan telah meminta instruksi pengadilan agar Brochez mengembalikan informasi itu.
Dokumen hasil penyelidikan Biro Investigasi Federal AS (FBI) mengungkapkan bahwa Brochez menyimpan informasi HIV yang dicuri lewat platform Cloud Google Drive itu.
Dia kemudian mengirimkan tautan Google Drive itu ke sejumlah orang, termasuk pemerintah AS, Singapura dan media.
Dalam pernyataan tertulisnya, Jumat, agen khusus FBI Chelsea Holliday mengatakan Brochez menghubungi lembaganya November tahun lalu untuk menyatakan berbagai tuduhan.
Brochez mengklaim, rekannya, Ler Teck Siang, “menikahinya dengan alasan palsu” dan berkonspirasi dengan Pemerintah Singapura untuk memenjarakannya, namun dia tak menyodorkan bukti.
Ler menjabat sebagai kepala Unit Kesehatan Masyarakat Nasional Kementerian Kesehatan sejak Maret 2012 hingga Mei 2013. Dia memiliki akses ke basis data HIV demi pekerjaannya.
Ler didakwa berdasarkan UU Rahasia karena gagal menjaga informasi rahasia mengenai pasien HIV.
Bulan lalu, Brochez kembali menghubunginya dan mengatakan dia memiliki informasi penting soal Pemerintah Singapura yang akan mencoba menculiknya.
“Brochez menolak menjelaskan apa yang dia inginkan dari FBI, tampaknya secara emosional dia tertekan,” kata dia.
Lewat sambungan telepon Selasa lalu, Brochez mengatakan lebih memilih bunuh diri ketimbang menyerahkan basis data itu.
Kamis lalu, Brochez ditangkap di Jackson, Kentucky, dan dipindahkan ke tahanan FBI. Esoknya dia didakwa pengadilan.