Pizaro Gozali Idrus
12 Oktober 2020•Update: 13 Oktober 2020
JAKARTA
China dan Kamboja resmi menandatangani perjanjian perdagangan bebas pada Senin di Phnom Penh.
Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi.
“Selain perdagangan bebas, China dan Kamboja juga menandatangani dokumen Perjanjian tentang kerja sama ekonomi dan teknis untuk pembiayaan hibah,” ujar Hun Sen dalam pernyataan di Facebook-nya.
Perjanjian perdagangan bebas kedua negara mencantumkan sekitar 340 komoditas lagi untuk diekspor ke China berdasarkan perjanjian.
Menurut Kementerian Perdagangan Kamboja, sebagian besar produknya adalah pertanian dan pengolahan hasil pertanian.
Kementerian Perdagangan mengatakan 340 produk itu mencakup barang-barang seperti lada, cabai, nanas, sayuran, buah-buahan, ikan, daging, biji-bijian, kepiting, makanan laut dan berbagai produk kaleng.
Sebanyak 95 persen dari produk itu tidak akan dikenakan pajak.
Pajak akan diturunkan pada 5 persen sisanya setidaknya dalam 10 tahun.
Dalam pertemuan itu, Perdana Menteri Hun Sen juga mendatangani dua dokumen penting lainnya yaitu Exchange of Note for Feasibility Study pada proyek peningkatan RS Rujukan Provinsi Preah Sihanouk dan Exchange of Note for Feasibility Study pada proyek pengembangan sistem pembuangan limbah kota di provinsi Preah Sihanouk.