Pizaro Gozali Idrus
19 Januari 2021•Update: 20 Januari 2021
JAKARTA
ASEAN pada Selasa menggelar pertemuan menteri digital perdana yang dihadiri para pejabat senior negara-negara anggota.
Kegiatan ini digelar secara virtual di Malaysia yang dibuka langsung Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.
Di antara agenda yang dibahas dalam pertemuan dua hari tersebut adalah ASEAN ICT Fund (AICTF), ASEAN Digital Master Plan 2025 (ADM 2025), pelaksanaan kegiatan work cycle 2020, dan laporan Koordinasi Keamanan Siber ASEAN pertama.
Sedangkan, besok para pejabat tinggi akan menggelar pertemuan virtual dengan mitra dialog ASEAN yakni Amerika Serikat, China, Jepang, Korea Selatan, India dan Uni Eropa (UE), dan International Telecommunication Union (ITU).
Bertema "ASEAN: A Digitally Connected Community", pertemuan tersebut berupaya memperkuat kerja sama antar negara ASEAN dalam membangun ekosistem digital sebagai pilar dalam rencana pembangunan pasca Covid-19.
ASEAN bangun ekosistem digital
Akhir tahun lalu, Thailand menargetkan mempercepat investasi di bidang digital, kebugaran dan ekonomi hijau di tahun mendatang.
Menteri Keuangan Arkom Termpittayapaisith mengatakan bahwa di musim pandemi, orang lebih banyak mengeksplorasi teknologi digital dan kebiasaan baru itu akan terus berlanjut selepas Covid-19 pergi.
Untuk memacu digitalisasi, Thailand akan mewajibkan alih teknologi pada setiap proyek pemerintah yang menggunakan dana asing.
Thailand juga berencana memangkas prosedur bea cukai lewat digitalisasi satu pintu.
Thailand sudah mengucurkan dana stimulus 1 triliun baht atau Rp464,34 triliun dan hanya 300 miliar baht atau Rp139,30 triliun yang dialokasikan untuk tahun ini.
Sisa 700 miliar baht atau Rp325,04 triliun lainnya, akan dialokasikan untuk tahun depan.
Sedangkan Singapura pada November lalu saja meluncurkan Tech.Pass untuk menggaet individu maupun pengusaha asing yang unggul dalam bidang teknologi.
Tech.Pass adalah visa yang memungkinkan wirausahawan teknologi, pemimpin, atau pakar teknologi ari seluruh dunia datang ke Singapura untuk melakukan inovasi.
Dalam pidatonya pada Singapore Tech Forum 2020, PM Singapura Lee Hsien Loong mengatakan negaranya sudah memiliki lingkungan yang mendukung iptek, dengan populasi melek teknologi dan kehadiran infrastruktur yang baik seperti jaringan broadband nasional berkecepatan tinggi.
“Banyak perusahaan teknologi besar sekarang berbasis di sini dan mereka melakukan pekerjaan teknik, bukan hanya penjualan dan pemasaran,” kata dia mengutip raksasa teknologi seperti Google, Facebook, dan Amazon.