Politik, Dunia

Iran tangkap ratusan tersangka mata-mata sejak serangan AS dan Israel

Penangkapan terjadi saat konflik militer antara Iran dan serangan gabungan Amerika Serikat serta Israel terus berlanjut sejak akhir Februari

Haydar Sahin, Muhammed Kilic  | 16.03.2026 - Update : 16.03.2026
Iran tangkap ratusan tersangka mata-mata sejak serangan AS dan Israel

TEHERAN

Iran menangkap sedikitnya 500 orang atas tuduhan spionase sejak dimulainya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut, menurut pernyataan kepala kepolisian Iran pada Minggu.

Kepala Kepolisian Iran Brigadir Jenderal Ahmadreza Radan mengatakan para tersangka ditahan dengan tuduhan melakukan kegiatan mata-mata untuk “musuh” serta bekerja sama dengan media yang dianggap bermusuhan, sebagaimana dilaporkan kantor berita semi-resmi Tasnim.

Radan menyebut sekitar 250 dari mereka diduga memberikan informasi intelijen kepada Iran International TV yang berbasis di London, termasuk data mengenai lokasi-lokasi yang menjadi target serangan.

Menurut dia, para tersangka juga diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok bersenjata serta berupaya mengganggu ketertiban umum.

Ia menggambarkan para tersangka sebagai “mata-mata” yang membocorkan informasi kepada pihak musuh serta media yang dianggap memusuhi Iran.

Pemerintah Iran sebelumnya menetapkan Iran International TV sebagai “organisasi teroris” pada 2022. Pemerintah menuduh stasiun televisi tersebut menyebarkan informasi menyesatkan terkait aksi protes anti-pemerintah di Iran serta mendorong demonstran melakukan tindakan kekerasan.

Teheran juga mengumumkan penyitaan aset para staf Iran International yang berada di dalam negeri.

Penangkapan ratusan orang itu terjadi di tengah berlanjutnya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal ke wilayah Israel serta sejumlah negara lain, termasuk Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk.

Teheran menyatakan serangan tersebut menargetkan aset militer Amerika Serikat di kawasan, namun juga dilaporkan menimbulkan korban serta kerusakan pada sejumlah infrastruktur sipil dan berdampak pada pasar global serta sektor penerbangan.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın