Dunia

Jepang pertimbangkan lindungi kapal Jepang di Selat Hormuz

PM Jepang Sanae Takaichi mengatakan negaranya belum menerima permintaan resmi dari Amerika Serikat untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz

16.03.2026 - Update : 16.03.2026
Jepang pertimbangkan lindungi kapal Jepang di Selat Hormuz Credit: Franck Robichon-Pool, EPA

TOKYO

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan negaranya belum menerima permintaan resmi dari Amerika Serikat untuk mengirim kapal perang guna mengawal kapal di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Berbicara di parlemen pada Senin, Takaichi menyatakan pemerintah Jepang masih mempertimbangkan langkah yang dapat diambil untuk melindungi kapal-kapal yang terkait dengan Jepang serta keselamatan awaknya sesuai dengan hukum nasional.

“Kami saat ini sedang mempertimbangkan apa yang dapat kami lakukan untuk melindungi kapal-kapal yang terkait dengan Jepang dan keselamatan para awaknya dalam kerangka hukum Jepang,” kata Takaichi.

Ia juga menyebut sulit memberikan jawaban mengenai kemungkinan pengiriman kapal perang Jepang ke Selat Hormuz karena hingga kini belum ada permintaan resmi dari pemerintah Amerika Serikat.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengusulkan agar sejumlah negara, termasuk Jepang, mengerahkan kapal perang mereka bersama angkatan laut AS untuk membantu mengamankan jalur pelayaran strategis tersebut.

Selat Hormuz menjadi sorotan pasar energi global setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan penutupan jalur tersebut bagi sebagian besar kapal di tengah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari.

Sebelum konflik tersebut, sekitar 20 juta barel minyak melintasi Selat Hormuz setiap hari. Gangguan terhadap jalur tersebut mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejauh ini dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın