Nicky Aulia Widadio
02 Agustus 2019•Update: 04 Agustus 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Tingkat aktivitas Gunung Tangkuban Perahu naik dari level normal menjadi level waspada sejak Jumat, 2 Agustus 2019 pukul 08.00 WIB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat tidak mendekati kawah puncak dalam radius 1,5 kilometer dari kawah aktif dan mewaspadai terjadinya letusan freatik yang tiba-tiba tanpa didahului gejala vulkanik yang jelas.
“Selain itu kawasan Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu sementara ditutup sementara hingga jarak aman,” ujar Pelaksana harian Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo melalui siaran pers, Jumat.
Gunung Tangkuban Perahu kembali bererupsi pada Kamis malam pukul 20.07 WIB, 21.11 WIB dan 21.28 WIB.
Berdasarkan hasil rekaman seismograf tercatat empat kali gempa Letusan, 255 kali gempa hembusan, 4 kali gempa vulkanik dangkal, tremor menerus dengan amplitudo dominan 20 mm.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengamati kolom abu akibat erupsi tersebut mencapai ketinggian 100-180 meter dari dasar kawah dan condong ke arah utara dan timur.
“Suara gemuruh terdengar dan sebagian material letusan jatuh kembali ke dalam kawah,” lanjut Agus.
Erupsi juga terjadi pada Jumat dini hari pukul 00.06 WIB, 03.57 WIB dan 06.07 WIB dengan tekanan sedang dan kolom abu bergerak ke arah Barat Laut.
Tercatat ada satu kali tremor letusan selama kurang lebih dua jam.
Meski demikian, BNPB meminta masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa sepanjang mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
“Warga juga dimohon agar tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Tangkuban Perahu,” kata Agus.