Seyma Erkul Dayanc, Necva Tastan Sevinc, and Melike Pala
27 Juli 2026•Update: 27 Juli 2026
Kebakaran hutan di sejumlah wilayah Prancis dan Spanyol masih belum berhasil dikendalikan hingga Senin (27/7). Otoritas di kedua negara terus mengintensifkan upaya pemadaman sambil memperingatkan bahwa gelombang panas baru berpotensi memperburuk kondisi di lapangan.
Prancis
Di Prancis barat daya, kebakaran hutan besar yang terjadi di wilayah Gironde sejak Rabu lalu telah menghanguskan sekitar 42.000 hektare lahan dan memaksa sekitar 220.000 warga dievakuasi.
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan kobaran api saat ini telah "stabil, tetapi belum sepenuhnya berhasil dikendalikan." Ia mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan ke wilayah Gironde hingga situasi dinyatakan aman.
Nunez mengungkapkan sejak awal musim kebakaran tahun ini, Prancis telah mencatat 13.566 kebakaran atau titik api yang membakar sekitar 116.085 hektare lahan di seluruh negeri.
Untuk memperkuat penanganan, Prancis mengoperasikan armada pemadam udara yang terdiri atas 67 pesawat, termasuk 12 pesawat amfibi Canadair, delapan pesawat Dash, 10 helikopter sewaan, dan enam pesawat sewaan lainnya. Menurut Nunez, armada tersebut merupakan salah satu yang terbesar di Eropa.
Otoritas juga melaporkan 84 petugas pemadam kebakaran mengalami luka-luka saat memadamkan kebakaran di Gironde. Selain itu, kebakaran masih berlangsung di wilayah Haute-Corse, Var, Hautes-Alpes, dan Landes.
Spanyol
Di Spanyol, Perdana Menteri Pedro Sanchez memperingatkan negaranya akan menghadapi "jam-jam yang sulit dan kompleks" karena gelombang panas baru diperkirakan datang ketika sejumlah kebakaran besar masih terus berlangsung.
Di wilayah Vall d'Uixo, Provinsi Castellon, kebakaran telah menghanguskan lebih dari 7.200 hektare lahan dan memaksa lebih dari 16.000 orang mengungsi.
Sementara itu, kebakaran di wilayah Madrid telah membakar sekitar 25.000 hektare, sedangkan kebakaran di Burgohondo, Provinsi Avila, telah melalap sekitar 50.000 hektare lahan.
Delegasi Pemerintah Spanyol Francisco Martin mengatakan pihaknya masih "berhati-hati namun optimistis." Meski demikian, ia menegaskan kebakaran belum berhasil dikendalikan dan upaya pemadaman kini difokuskan untuk mencegah api meluas ke sekitar Waduk San Juan dan wilayah permukiman di sekitarnya.
Pemerintah daerah Madrid menyebut lebih dari 50.000 warga masih berada dalam status mengungsi atau diminta tetap berlindung di lokasi yang aman akibat kebakaran tersebut.
Kementerian Transisi Ekologi Spanyol telah mengerahkan 37 satuan pemadam kebakaran, termasuk personel darat dan armada udara, untuk menangani sejumlah kebakaran terbesar yang masih aktif.
Uni Eropa Kerahkan Bantuan
Uni Eropa telah mengaktifkan Mekanisme Perlindungan Sipil Uni Eropa (EU Civil Protection Mechanism) guna mendukung operasi pemadaman di Prancis dan Spanyol.
Menurut Komisi Eropa, Prancis menerima bantuan berupa tujuh pesawat pemadam kebakaran dan empat helikopter dari Republik Ceko, Kroasia, Jerman, Portugal, Slovakia, Swedia, dan Turki.
Sementara itu, Spanyol memperoleh enam pesawat pemadam dari Yunani, Italia, dan Turki. Portugal juga mengirimkan 134 personel pemadam kebakaran beserta 41 kendaraan operasional.
Komisi Eropa juga menempatkan seorang petugas penghubung di Bordeaux untuk membantu koordinasi bantuan dengan pemerintah Prancis.
Selain itu, Komisi Eropa menyatakan tim pemadam dari berbagai negara telah ditempatkan lebih awal di Prancis dan Spanyol sebelum musim kebakaran dimulai sebagai bagian dari program kesiapsiagaan Uni Eropa, sehingga bantuan dapat langsung dikerahkan segera setelah kebakaran terjadi.