Muhammad Nazarudin Latief
13 Mei 2020•Update: 13 Mei 2020
JAKARTA
Jumlah pemirsa televisi di Indonesia mengalami kenaikan hingga 12 persen dari normal selama diberlakukannya kebijakan work from home dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), menurut survey lembaga riset konsumen Nielsen.
Executive Director, Nielsen Media, Indonesia Hellen Katherina mengatakan penonton televisi dari segmen atas juga mengalami kenaikan lebih tinggi yaitu 14 persen dengan durasi menonton hingga 5 jam 46 menit.
“Jumlah pemirsa televisi saat Ramadan ini meningkat empat kali lipat atau 372 persen saat Sahur hingga pagi,” ujar dia dalam siaran pers.
Peningkatan tertinggi terjadi di Jakarta, Yogyakarta, Palembang dan Banjarmasin.
Menurut Helen sejak dimulainya WFH program yang paling banyak ditonton adalah drama serial dan berita.
Memasuki Ramadan, kedua program tersebut tetap banyak ditonton namun juga ada tambahan seperti hiburan, religi, dan edukasi.
“Belanja iklan sepanjang Januari-Maret trennya positif, meskipun sempat melemah di April khususnya pada media TV dan cetak, namun kembali menguat di Mei 2020 pada media TV,” ujar dia.