Nicky Aulia Widadio
13 November 2019•Update: 14 November 2019
JAKARTA
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyatakan pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan diduga bergerak sendiri atau lone wolf.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan pelaku merupakan seorang mahasiswa kelahiran Medan berinisial RMN, 24.
“Dugaan sementara dia melakukan serangan terorisnya sebagai lone wolf, tapi tidak menutup ada kemungkinan lain. Dia pelaku tunggal,” kata Dedi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Identitas pelaku terungkap setelah polisi mengecek sidik jari yang teridentifikasi di tempat kejadian perkara.
“Pengungkapan sidik jari, nanti dikuatkan lagi dengan tes DNA dari potongan tubuh di TKP untuk disandingkan dengan DNA orang tua pelaku,” ujar Dedi.
Kejadian ledakan terekam dalam CCTV yang menunjukkan pelaku menggunakan atribut ojek online.
Menurut Dedi, pelaku menyamar sebagai ojek online sambil membawa bom yang dililitkan di bagian pinggang.
Sejumlah barang bukti telah diamankan dari tempat kejadian, antara lain baterai 9 volt, paku, potongan kabel, hingga tombol switch on-off.
Polri meminta masyarakat, terutama yang berada di Medan, untuk tetap tenang pasca-ledakan bom bunuh diri ini.
“Situasi keamanan secara umum kondusif, kami akan bekerja keras menjamin keamanan,” tutur Dedi.
Bom bunuh diri meledak di Polrestabes Medan sekitar pukul 08.45 WIB, melukai enam orang, serta menewaskan seorang terduga pelaku.
Ledakan terjadi di area parkir Polrestabes Medan yang berdekatan dengan kantin dan sentra pengurusan SKCK.
Menurut Dedi, ledakan terjadi saat ada banyak masyarakat yang tengah mengurus SKCK untuk persyaratan seleksei calon pegawai negeri sipil (CPNS).