Erric Permana
03 Oktober 2019•Update: 03 Oktober 2019
JAKARTA
Menteri Riset, Teknolgi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyayangkan sikap Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang menolak bertemu dengan Presiden Joko Widodo.
Sebelumnya, Aliansi BEM menolak bertemu Jokowi -- sapaan akrab Joko Widodo -- untuk membahas aksi demonstrasi.
Aliansi BEM menginginkan pertemuan itu dilakukan secara terbuka agar bisa disaksikan masyarakat.
Padahal kata Mohamad Nasir, pertemuan dengan BEM tersebut tidak dilakukan secara tertutup.
"Dalam ruangan tertutup itu terbuka juga. Di era teknologi informasi sekarang yang sangat terbuka, tidak berarti harus di tempat terbuka. Dalam ruangan pun kami sangat terbuka juga," ujar Mohamad Nasir di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis.
"Sebenarnya kalau itu [pertemuan] bisa dilakukan akan jauh lebih baik." tambah Nasir.
Pada 26 September lalu, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bakal bertemu dengan perwakilan dari mahasiswa menyusul aksi demonstrasi menolak Revisi UU KUHP dan UU KPK.
Pertemuan itu dilakukan lantaran aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa pada akhir lalu di Gedung MPR/DPR RI berujung bentrokan dengan aparat.