Lembaga kemanusiaan Indonesia beri bantuan USD35.000 untuk 200 guru di Jalur Gaza
Bantuan itu bersumber dari para donatur NPC di Indonesia serta donatur warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri
Jakarta Raya
JAKARTA
Lembaga kemanusiaan yang berkantor di Indonesia, Nusantara Palestina Center (NPC) memberikan bantuan tunai dengan total sebesar USD35.000 atau sekitar Rp499 juta bagi 200 guru di Jalur Gaza, Palestina.
Pembina NPC Abdillah Onim mengungkapkan dia bersama timnya di Gaza mendistribusikan bantuan tersebut bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Palestina.
“Tak sedikit guru-guru di Gaza mengajar tanpa digaji, banyak juga dapat gaji 40 persen (gaji guru di Gaza kurang lebih USD600 UMR). Hal tersebut karena otoritas Palestina mengalami krisis keuangan,” ungkap Onim yang bermukim di Jalur Gaza kepada Anadolu Agency, Senin.
Bantuan itu, kata Onim, bersumber dari para donatur NPC di Indonesia maupun warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri.
Onim mengungkapkan penerima bantuan tersebut mengajar di sekolah di bawah Kementerian Pendidikan Palestina untuk tingkatan SD, SMP, SMA, hingga pasca-SMA yang merupakan persiapan masuk ke perguruan tinggi.
Onim sekaligus telah melaporkan pemberian bantuan tersebut kepada Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi pada Senin hari ini.
Menurut Onim, dia memang sering berkomunikasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri RI dan aktif menginformasikan kegiatan lembaganya di Palestina kepada Menlu Retno beberapa bulan belakangan.
Situasi terkini
Onim menceritakan dirinya sempat terbangun pada Senin subuh waktu setempat karena mendengar dentuman sangat keras akibat serangan udara Israel.
“Ini sebenarnya serangan balasan karena memang pascapenangkapan empat tahanan Palestina yang kabur dari penjara Israel, warga Palestina di seluruh wilayah Palestina melakukan demonstrasi dan menolak penangkapan dan penyiksaan tersebut,” ungkap Onim.
Onim mengatakan pejuang Palestina di Gaza menunjukkan penolakannya dengan melontarkan rudal ke Israel.
Menurut Onim, masih terlihat sejumlah pesawat drone Israel yang berpatroli di langit Gaza pada Senin pagi waktu setempat.
“WNI di Gaza saat ini sehat selalu, saya selalu berkomunikasi. WNI di Gaza saat ini ada lima orang, kalau bersama dengan anak-anak itu sekitar sembilan WNI di Gaza,” ucap Onim.
Baru-baru ini, pesawat tempur Israel melakukan serangan udara di tiga wilayah terpisah di Jalur Gaza pada Senin pagi.
Menurut informasi yang diperoleh Anadolu Agency, Israel menyerang Rafah, Khan Yunis dan Beit Lahia di Gaza selatan.
Tentara Israel belum mengomentari serangan tersebut sejauh ini dan belum ada laporan soal korban jiwa.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
