04 Agustus 2019•Update: 05 Agustus 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan korban tewas akibat gempa bumi Banten bertambah menjadi enam hingga Minggu.
"Jumlah total (korban) meninggal dunia 6 orang, luka-luka 3 orang," ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo melalui keterangan resminya pada Minggu.
Agus menerangkan korban tersebar di beberapa daerah.
Di Kabupaten Pandeglang, terdapat satu orang meninggal dunia, dan dua orang luka-luka.
Selain itu, kata Agus, sebanyak tiga orang meninggal dunia di Kabupaten Lebak.
Sedangkan di Kabupaten Sukabumi, tercatat dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka.
Menurut Agus, jumlah warga yang terdampak sekitar 136 kepala keluarga dan sebanyak 33.000 orang mengungsi akibat bencana tersebut.
Gempa bumi berkekuatan M 6,9 mengguncang Banten, Bengkulu, Lampung dan Jawa Barat, Jumat malam pukul 19.03 WIB.
Pusat gempa berada di koordinat 7.54 LS dan 104.58 di kedalaman 10 kilometer Samudera Hindia.
BMKG sempat memberikan peringatan dini tsunami, yang kemudian berakhir pada pukul 21.35 WIB atau 2 jam 32 menit setelah gempa.
Di Jakarta, gempa terasa selama beberapa detik dan mengakibatkan para pekerja panik serta berbondong-bondong keluar dari gedung bertingkat.