Erric Permana
01 April 2021•Update: 01 April 2021
JAKARTA
Presiden Joko Widodo meminta polisi, TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN) meningkatkan kewaspadaan menyusul terjadinya aksi teroris di Markas Besar Polri, Jakarta yang terjadi kemarin.
Jokowi -- sapaan akrab Joko Widodo -- telah memerintahkan hal itu kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.
Dia juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk tenang namun tetap waspada.
'Kita semuanya bersatu melawan terorisme," ujar Jokowi seusai meresmikan Jalan tol Serpong-Cinere ruas Serpong-Pamulang dan jalan tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran di Gerbang Tol, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis.
Dia menegaskan tidak ada tempat bagi terorisme di Indonesia.
Sebelumnya, aksi terorisme terjadi di Markas Besar Polri, Jakarta pada Rabu sore sekitar pukul 16.30.
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memastikan pelaku penembakan itu merupakan seorang sel teroris yang menganut ideologi Daesh, atau yang dikenal dengan ISIS.
Pelaku merupakan seorang perempuan berinisial ZA dan berusia 25 tahun.
ZA sempat menembak sebanyak enam kali dengan rincian dua kali kepada anggota di dalam pos jaga, dua kali di luar pos jaga, kemudian kepada polisi yang berada di belakangnya.
Polisi kemudian menembak ZA hingga tewas.
Jenazahnya telah dibawa ke Rumah Sakit Polri.