Nasional

Bandara Soetta layani 6 penerbangan terakhir dari dan menuju China

Saat ini terdapat 16 izin rute penerbangan dari Soekarno-Hatta ke China dan sebaliknya

Iqbal Musyaffa  | 05.02.2020 - Update : 05.02.2020
Bandara Soetta layani 6 penerbangan terakhir dari dan menuju China Ilustrasi: Beberapa penumpang akan masuk ke dalam pintu keberangkatan untuk pulang kampung dalam rangka hari raya Idul Fitri di Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Indonesia pada 31 Mei 2019. (Anton Raharjo - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Pada hari ini pemerintah resmi menghentikan sementara penerbangan dari dan menuju China.

Bandara Soekarno Hatta telah melayani enam penerbangan terakhir dari dan menuju China pada 4 Februari kemarin, sehari sebelum penghentian sementara berlaku.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin menjelaskan 6 penerbangan terakhir pada 4 Februari tersebut antara lain:

Kedatangan:

1. China Southern CZ0387 rute Guangzhou - Jakarta (ETA 21.25 WIB)

2. China Eastern MU5069 rute Shanghai - Jakarta (ETA 21.45 WIB)

3. Air China CA0977 rute Beijing - Jakarta (ETA 21.15 WIB)


Keberangkatan:

1. China Southern CZ0388A rute Jakarta - Guangzhou (ETD 23.00 WIB)

2. China Eastern MU5070 rute Jakarta - Shanghai (ETD 23.00 WIB)

3. Air China CA0978 rute Jakarta - Beijing (ETD 23.45 WIB)

Awaluddin mengatakan penundaan penerbangan dari dan menuju China di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) berlaku hingga waktu yang belum ditentukan sesuai dengan keputusan pemerintah sebagai upaya pencegahan dari penyebaran virus korona.

Penundaan penerbangan juga berlaku di seluruh bandara yang ada di Indonesia.

Dari semua bandara yang dikelola AP II, hanya Bandara Soekarno-Hatta yang melayani penerbangan reguler dari dan menuju China.

Awaluddin mengatakan perseroan telah melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait dengan keputusan ini.

“Kami telah mempersiapkan hal ini dengan seluruh stakeholder terutama seluruh maskapai yang melayani penerbangan rute Jakarta-China dan sebaliknya dan berharap penghentian penerbangan sementara waktu ini dapat dipahami oleh seluruh pihak,” ujar Awaluddin dalam keterangan resmi, Rabu.

Dia menambahkan bahwa PT Angkasa Pura II sangat mendukung upaya pencegahan masuknya virus korona dengan mengoperasikan thermal scanner di Soekarno-Hatta serta melakukan surveillance syndrome guna mengidentifikasi apabila ada penumpang pesawat yang terjangkit virus korona.

Awaluddin menjabarkan saat ini terdapat 16 izin rute penerbangan dari Soekarno-Hatta ke China dan sebaliknya.

Izin rute tersebut untuk melayani penerbangan dari dan ke Beijing, Guangzhou Baiyun, Shenzhen Bao’an, Shanghai Pudong, Kunming, Nanning, Haikou Meilan, Fuzhou Changle, dan Xiamen Gaoqi.

Total pergerakan pesawat yang melayani rute-rute itu sebanyak 143 pergerakan pesawat per minggu.

Maskapai yang melayani penerbangan dari dan ke China antara lain Air China, China Southern, Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air, Xiamen, China Eastern, Sriwijaya Air, dan Federal Express.

“Ada sekitar 16-20 slot penerbangan per hari yang idle karena penerbangan dari dan ke China ditutup sementara,” kata Awaluddin.

Menurut dia, penundaan penerbangan ini menjadi peluang baru bagi Soekarno-Hatta untuk dapat memperluas konektivitas penerbangan ke negara lain atau memaksimalkan rute yang telah ada saat ini.

“Pasar yang bisa digarap dengan adanya ruang lebih ini adalah rute Asia Barat seperti India, Pakistan, Maladewa, Srilanka, Nepal, lalu wilayah lain yakni Turki dan Australia,” ungkap Awaluddin.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta ada bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 60-70 juta penumpang per tahun.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.