İqbal Musyaffa
09 Agustus 2018•Update: 10 Agustus 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Angkasa Pura II (AP II) selaku pengelola Bandara Soekarno Hatta sedang membangun terminal khusus untuk penerbangan murah (Low Cost Carrier Terminal/LCCT) yang akan berlokasi di terminal I dan II.
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis, mengatakan terminal I akan menjadi terminal yang khusus untuk melayani maskapai penerbangan tarif murah untuk rute domestik. Sementara terminal II akan menjadi LCCT untuk penerbangan domestik dan internasional.
“Terminal III akan menjadi Full Service Carrier domestik dan internasional,” lanjut dia.
Menurut dia, kapasitas terminal I dan II saat ini masing-masing untuk menampung 9 juta penumpang pertahun. Namun nyatanya, kapasitas penumpang pertahun yang masuk ke terminal I sebanyak 22 juta dan 15 juta di terminal II sehingga ada 37 juta penumpang per tahun.
Dengan revitalisasi ini, Awaluddin mengatakan akan dapat menampung kapasitas penumpang lebih banyak lagi.
“Untuk revitalisasi LCCT di terminal I membutuhkan Rp1,9 triliun dan terminal II sebesar Rp1,8 triliun sehingga total Rp3,7 triliun,” jelas Awaluddin.
Pembiayaan menurut dia berasal dari internal AP II. Awaluddin menambahkan, AP II menjadikan terminal IV Bandara Changi Singapura sebagai acuan untuk revitalisasi LCCT di terminal I dan II Bandara Soekarno Hatta.
Perbedaan terminal LCCT dengan terminal Full Service Carrier menurut dia terletak pada durasi handling atau pelayanan penumpang di terminal mulai dari check in hingga masuk ke ruang tunggu. Untuk fasilitas tidak ada perbedaan antara LCCT dan Full Service Carrier.
“Low Cost Carrier (LCC) idealnya membutuhkan waktu handling 30-60 menit. Mereka tidak mau lama-lama karena akan semakin mahal biaya operasinya jadi hitungan waktunya detail dari menit ke menit,” imbuh Awaluddin.
Perbedaan lainnya antara LCCT dan terminal Full Service Carrier menurut Awaluddin, terletak pada area pelayanan. Arus penumpang tidak boleh terhambat (seamless). Antrian penumpang LCC dengan tas ransel tidak perlu berbarengan dengan penumpang yang membawa koper karena akan memakan waktu check in lebih lama.
Counter check in menurut dia tidak akan bertambah seiring dengan penambahan luas area di LCCT karena layanan digital melalui gawai cerdas (smartphone) akan ditingkatkan.
“Dengan begitu, akan ada lebih banyak waktu bagi penumpang untuk memaksimalkan area komersial yang ada (untuk berbelanja),” terang dia.
Pengembangan LCCT menurut dia bertujuan untuk meningkatkan lalu lintas penumpang pariwisata yang masuk ke Indonesia karena sektor pariwisata telah tumbuh menjadi salah satu penunjang perekonomian Indonesia.