Erric Permana
03 April 2020•Update: 05 April 2020
JAKARTA
Saat ini masih ada 433 desa di Indonenesia yang belum mendapat aliran listik.
Presiden Joko Widodo mengatakan meski 433 merupakan jumlah sedikit dibandingkan total desa di Indonesia yang mencapai 75 ribu, namun hal itu harus ditindaklanjuti.
Hal itu dinyatakan presiden dalam rapat terbatas mengenai peningkatan rasio elektrifikasi di pedesaan, Jumat.
Menurut dia desa yang belum mendapat listrik tersebar di 4 provinsi di antaranya 325 desa di provinsi Papua, 102 desa di Provinsi Papua Barat, 5 desa di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan 1 desa di Provinsi Maluku.
"Saya minta diidentifikasi secara jelas desa mana yang berdekatan dengan desa yang berlistrik. Desa mana yang jaraknya rumah antar penduduk berjauhan dan berdekatan sehingga kita dapat menentukan strategi pendekatan teknologi," kata Jokowi.
Dengan hal tersebut dia berharap Electricy Access Population Indonesia bisa meningkat.
Saat ini kata dia, Indonesia berada di peringkat 95 masih tertinggal dibandingkan Malaysia yang berada di peringkat 87, Vietnam berada di peringkat 84 dan Singapura, Thailand, Tiongkok, Korea Selatan berada di peringkat 2.
"Begitu juga dengan Electricity Supply Quality kita juga masih berada di peringkat 54 Filipina 53, Malaysia, 38 Thailand, 31 Tiongkok, 18 Singapura di peringkat dua," tambah dia.
Sebelumnya, berdasarkan data pemerintah peningkatan rasio elektrifikasi pedesaanhingga 2020 telah mencapai 99,48 persen.
Meningkat signifikan di 2014 berada di posisi 84 persen dan telah melampaui target RPJMN tahun 2015-2019 sebesar 96 persen.