Nasional

Indonesia berhasil loloskan resolusi PBB terkait Covid-19

Resolusi itu merupakan produk pertama yang dihasilkan PBB terkait Covid-19

Erric Permana   | 03.04.2020
Indonesia berhasil loloskan resolusi PBB terkait Covid-19 Seorang warga lanjut usia mengantri untuk menerima barang-barang kebersihan di distrik miskin Kowloon, Sham Shui Po di Hong Kong pada 12 Maret 2020. (Miguel Candela Poblacion - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Untuk pertama kalinya, Indonesia dan sejumlah negara berhasil meloloskan resolusi Majelis Umum PBB terkait aksi solidaritas global melawan Covid-19 yang diputuskan pada 2 April 2020 di New York.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri, Resolusi tersebut merupakan produk pertama yang dihasilkan PBB terkait Covid-19 sejak diumumkan sebagai pandemi global oleh WHOI pada 11 Maret 2020.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan resolusi ini menekankan pesan politis tentang pentingnya persatuan, solidaritas dan kerja sama internasional dalam upaya mitigasi pandemi global COVID-19.

“Di situasi prihatin seperti ini sangat diperlukan kesatuan, solidaritas dan kerja sama internasional untuk dapat merespons COVID-19 secara tepat dan kolektif," tegas Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Pada resolusi ini, PBB bisa meminta kerja sama negara-negara untuk menahan laju penyebaran virus, mitigasi dampak melalui pertukaran informasi, kerja sama pengetahuan para ilmuwan, serta praktik baik dari tiap negara.

Resolusi juga menegaskan peran sentral World Health Organization (WHO) di garda depan koordinasi dengan semua elemen masyarakat internasional.

“Sebanyak 188 negara anggota menjadi ko-sponsor resolusi yang merupakan jumlah yang signifikan dan pertama kali dalam sejarah PBB," ujar Dubes Dian Triansyah Djani, Wakil Tetap RI pada PBB.

Sesuai data WHO 3 April 2020, secara global terdapat lebih dari 900 ribu total kasus Covid-19 dengan angka kematian mencapai lebih dari 45.693 jiwa.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.