Nicky Aulia Widadio
02 Desember 2020•Update: 03 Desember 2020
JAKARTA
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengatakan masih ada 11 orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono mengatakan kesebelas orang tersebut kini diburu oleh Satuan Tugas Tinombala.
Mereka diduga bertanggungjawab atas pembunuhan dan pembakaran yang menewaskan empat orang di Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada Jumat lalu.
Polri telah merilis foto dari para buronan tersebut dan meminta masyarakat segera melapor apabila mengetahui keberadaan mereka.
“Kami menyebarkan DPO tindak pidana terorisme ini dengan harapan masyarakat secara luas apabila menemukan mereka bisa memberitahu Polri baik Satgas Tinombala, Densus 88, maupun Polda Sulawesi Tengah,” kata Awi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Sebelas orang tersebut terdiri dari Ali Kalora yang merupakan pimpinan dari kelompok ini, kemudian Qatar alias Farel alias Anas, Askar alias Jaid alias Pak Guru, Abu Alim alias Ambo, Nae alias Galuh alias Mukhlas, dan Khairul alias Irul alias Aslam.
DPO lainnya yakni Jaka Ramadan alias Ikrima alias Rama, Alvin alias Adam alias Mus’ab alias Alvin Anshroi, Rukli, Suhardin alias Hasan Pranata, dan Ahmad Gozali alias Ahmad Panjang.
Sebelas orang ini merupakan kelompok MIT yang tersisa setelah tujuh orang ditangkap dan tewas dalam baku tembak pada kurun 2017 hingga 2020.
Menurut Awi, kelompok MIT kini dalam posisi terdesak dan kehabisan bekal sehingga kerap meneror masyarakat untuk meminta makanan, merampok, hingga membunuh.
“Selama ini beberapa hasil penyelidikan yang dikasih dalam artian dalam tekanan dan mereka kasih itu tidak dianiaya. Kemarin karena ada perlawanan, tidak diberi, sehingga yang terjadi demikian [pembunuhan dan pembakaran],” jelas Awi.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis telah memerintahkan Kapolda Sulawesi Tengah Inspektur Jenderal Abdul Rakhman Baso untuk berkantor di Poso untuk memburu kelompok MIT.
Idham juga telah memerintahkan anggotanya untuk menembak mati anggota kelompok MIT apabila melawan dalam operasi penangkapan.
MIT merupakan kelompok teroris yang berbasis di wilayah Poso dan saat ini dipimpin oleh Ali Kalora.
Operasi Tinombala telah berlangsung sejak Januari 2016 untuk memburu sejumlah orang yang masih buron dari kelompok ini.
Ali Kalora menjadi petinggi di MIT setelah sejumlah pimpinan kelompok ini satu per satu tewas dan ditangkap dalam operasi tersebut.
Pendiri MIT, Santoso tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala di Pegunungan Biru, Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, Poso, Sulawesi Tengah pada Juli 2016.