Muhammad Latief
17 Oktober 2017•Update: 17 Oktober 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Uap kawah Gunung Agung, Bali, teramati membumbung setinggi 4.642 mdpl atau 1.500 meter di atas puncak, demikian diungkapkan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, Kasbani, Selasa.
Ketinggian ini sudah turun dari minggu lalu yang teramati mencapai 3.142 di atas puncak. Meski ketinggian uap sudah turun, Kasbani tetap mempertahankan kode Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) gunung tersebut pada level “Orange”. Artinya, gunung ini berpotensi membahayakan penerbangan.
“Asap dominan uap air putih tebal menerus, tekanan lemah. Material abu letusan belum teramati,” ujarnya dalam siaran pers.
VONA dikirim ke stakeholders nasional maupun internasional antara lain Ditjen Perhubungan Udara-Kementerian Perhubungan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Air Nav, Air Traffic Control, Airlines, Volcanic Ash Advisory Centers (VAAC) Darwin, dan VAAC Tokyo.
Aktivitas kegempaan Gunung Agung, kata Kasbani, teramati tetap tinggi dan fluktuatif. Namun, dari Senin hingga hari ini, secara visual gunung tertutup kabut.
Masyarakat dan wisatawan tetap direkomendasikan menjauh dalam radius 9 km dari kawah puncak Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya sejauh 12 km.
PVMBG kini mengamati 24 jam 69 dari 127 gunung berapi aktif di Indonesia. Sebanyak dua gunung berstatus “awas” yaitu Gunung Sinabung, Sumatera Utara, dan Gunung Agung.
Sebanyak 18 gunung api Status Waspada yaitu Marapi, Kerinci, Dempo, Anak Krakatau, Semeru, Bromo, Rinjani, Sangeangapi, Rokatenda, Soputan, Lokon, Karangetang, Gamalama, Gamkonara, Ibu, Dukono, Banda Api, dan Lewolotok.